web analytics
  

Trapawana Bagikan Disinfektan ke Seluruh Desa di Bandung Barat

Selasa, 14 April 2020 06:30 WIB Tri Junari

Ilustrasi -- Petugas melakukan penyemprotan disinfektan. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Trapawana Jawa Barat (Jabar) berencana membagikan cairan disinfektan kepada 165 desa di 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Bandung Barat. 

Hal itu dilakukan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) dengan disinfeksi permukiman warga di daerah dengan potensi tinggi penularan.

Ketua Trapawana Jabar David Riksa Buana mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Pos Gabungan Siaga Bencana Jabar untuk melakukan disinfeksi di seluruh wilayah Bandung Barat.

Telah disiapkan 8.250 liter cairan disinfektan yang akan dibagikan pada seluruh desa. Diproyeksikan 1 desa mendapat 50 liter disinfektan agar bisa melakukan penyemprotan secara mandiri dan periodik.

"Kami mendapat surat pengajuan dari desa agar bisa membantu pengadaan cairan disinfektan. Selama ini pemerintah desa masih menggunakan uang pribadi untuk punya disinfektan," kata David kepada Ayobandung.com, Selasa (14/4/2020).

Meski sudah tersedia cairan disinfektan, Trapawana menyayangkan sikap pemerintah daerah kurang sigap merespon bantuan yang datang dari lembaga non pemerintah.

Padahal, merujuk pada arahan Presiden Joko Widodo dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil, penanganan bisa dilakukan secara pentahelik dengan menjalin sinergi dan kolaborasi antara TNI, POLRI, dan lembaga/relawan.

"Seharusnya Bupati Kabupaten Bandung Barat selaku Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid 19 memperhatikan arahan Presiden dan Gubernur Jawa Barat, bahwa perlu nya penanganan wabah ini secara pentahelix. Melibatkan seluruh potensi agar pencegahan penyebaran masif dan efektif," tegasnya.

Pihaknya mengajak pemerintah daerah untuk bersama-sama melakukan disinfeksi secara menyeluruh dan menjangkau seluruh wilayah. Selama ini disinfeksi hanya dilakukan secara acak sehingga dinilai kurang maksimal 

"Desa di Bandung Barat belum dapat bantuan disinfektan dari pemerintah daerah, bahkan kebanyakan penyediaan disinfektan dari uang pribadi," ucapnya.

Padahal, ujar David, potensi penyebaran Covid-19 di Bandung Barat terbilang tinggi karena sebagian banyak masyarakat bekerja di luar daerah. Jika mereka kembali tanpa pantauan, lonjakan penderita akan meningkat dalam waktu yang sangat cepat.

Ia juga menilai, kondisi masyarakat Kabupaten Bandung Barat saat ini dilanda kecemasan yang tinggi disebabkan beberapa faktor seperti framing media dan tutupnya puskesmas dan klinik kesehatan sehingga tekanan psikologis ini dapat menyebabkan psikosomatik.

"Kondisi tersebut akan sangat berpengaruh juga terhadap kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat, apalagi masyarakat di Kabupaten Bandung Barat banyak yang bekerja di luar daerah," sebutnya.

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers