web analytics
  

Polda Jabar Pastikan Info Pemalakan di Kota Bandung Hoaks

Sabtu, 11 April 2020 14:59 WIB Vina Elvira

Hoaks info pemalakan menggunakan senjata tajam yang terjadi di beberapa ruas jalan di Kota Bandung. (Instagram/humaspoldajabar)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Telah beredar pesan berantai di aplikasi Whatsapp, tentang adanya informasi pemalakan menggunakan senjata tajam yang terjadi di beberapa ruas jalan di Kota Bandung. 

Di dalam pesan berantai tersebut, tertera imbauan kepada masyarakat untuk berhati-hati saat akan keluar rumah. Sebab, banyak terjadi pemalakan di sekitar Jalan Jenderal Sudirman dan Andir.

Mobil diberhentikan minta uang dijalanan. Jd klu nga perlu jgn keluar rumah soalnya mereka juga semuanya susah gk ada uang buat makan dan obat2an, di jenderal sudirman dan rajawalu Dago cicadas alun2 mobil dan motor disetopin dompet diambil paksa dibelokin arah motornya karena org orgnya banyak pakai benda tajam... tertulis dalam pesan tersebut.

Lebih lanjut, di dalam pesan berantai itu berisi pula informasi wilayah-wilayah yang rawan terjadi pemalakan, yaitu Jalan Soekarno Hatta, Jalan Merdeka, Dago, Cimahi, dan Leuwipanjang.

ni cegatin org lewat di jalanan pd engak perduli org dtg drmn..jd hati-2 ksh tau teman yg lain yg kerja dan arahnya di daerah Alun2 dan jln jakarta pastur pajajaran,

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol S. Erlangga menegaskan bahwa pesan berantai tersebut adalah Hoaks dan tidak benar. Menurut Erlangga, pesan itu dibuat hanya untuk meresahkan masyarakat. 

Hoax, untuk memberikan keresahan dan kekwatiran masyarakat, kata Erlangga kepada Ayobandung.com, Sabtu (11/4/2020).

Erlangga menuturkan, seluruh jajaran kepolisian di wilayah Jabar telah melakukan langkah-langkah preventif untuk mencegah penyebaran virus corona dan mencegah terjadinya kejahatan di masa pandemi saat ini. 

Polda dan Polres jajaran dalam Ops Aman Nusa telah lakukan langkah-langkah preventif dengan  giat Patroli skala sedang dan besar, baik siang dan malam untuk pencegahan virus corona dan kurangi kesempatan pelaku kejahatan, tambahnya.


\n 

Editor: Andres Fatubun

artikel lainnya

dewanpers