web analytics
  

Di Desa Ini Kendaraan Dilarang Masuk Jika Tolak Disemprot Disinfektan

Kamis, 9 April 2020 14:00 WIB Dede Nurhasanudin

Penyemprotan disinfektan di Desa Linggamukti, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Berbagai cara dilakukan untuk menekan penyebaran wabah virus corona. Seperti halnya warga di Desa Linggamukti, Kecamatan Darangdan, kabupaten Purwakarta.

Warga di wilayah itu menyemprot cairan disinfektan secara manual ke setiap kendaraan yang masuk.

"Baik kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat diwajibkan berhenti dan harus melalui penyemprotan desinfektan," ungkap salah seorang warga Linggamukti, Ai Siti Arilah, Kamis (9/4/2020).

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaanya, ada tim yang tersebar di setiap akses masuk ke Desa Linggamukti. Jika para pengendara enggan atau menolak aturan yang telah diberlakukan maka dilarang melanjutkan perjalanan.

"Yah kami suruh balik kanan, kalau menolak," kata dia.

Kegiatan tersebut diharapkan efektif dalam memutus rantai penyebaran virus corona. Apalagi angka orang dalam pemantauan (ODP) di Kecamatan Darangdan cukup tinggi. Hal itu diduga karena kepulangan warga dari wilayah zona merah penyebaran virus corona.

"ODP di wilayah kami cukup tinggi, oleh karena itu warga di sini berinisiatif membentengi wilayahnya dengan penyemprotan disinfektan kepada warga yang keluar masuk kampung terlebih bagi yang baru kembali dari wilayah zona merah," ujar dia.

Tidak hanya di Desa Linggamukti, hal serupa juga dilakukan warga di Desa Cilingga. Sejumlah akses masuk desa juga turut dijaga petugas.

"Sama seperti yang dilakukan di beberapa tetangga desa, kami di sini juga coba berupaya membentengi wilayah kami dengan melakukan penyemprotan disinfektan di setiap akses masuk menuju wilayah desa kami." Kata Sri Rahayu (31) salah satu warga Desa Cilingga.

Seperti diketahui, berdasarkan data dari Pemkab Purwakarta, jumlah ODP di Kecamatan Darangdan mencapai 46 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) ada 1 orang.

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers