web analytics
  

IDI Majalengka Keluhkan Harga APD yang Mahal

Kamis, 9 April 2020 08:30 WIB Erika Lia

Ilustrasi petugas menggunakan alat pelindung diri (APD). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

MAJALENGKA, AYOBANDUNG.COM -- Tingginya harga alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis penanganan pasien bergejala maupun positif Covid-19, dikeluhkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Majalengka. Bukan saja berharga mahal, ketersendatan pasokan barang tak membuat situasi saat ini jadi lebih baik.

"Harga APD saat ini mahal di pasaran," ungkap Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Majalengka, Erni Harleni.

Dia menyontohkan, harga masker bedah yang semula Rp25.000 per boks berisi 50 buah, kini menjadi Rp300.000 per boks. "Sudah barangnya mahal, barang itu susah didapat dan pasokannya tersendat," katanya.

AYO BACA : Tangkal Corona, Anggota Polres Majalengka Ramai-ramai Berjemur

Bukan itu saja, prosedur pembelian APD saat ini pun tak seperti sebelumnya. Bila sebelum Covid-19 mewabah pihaknya bisa beroleh APD tanpa harus menyerahkan uang tunai, saat ini situasi itu tak lagi berlaku.

Dengan kata lain, pembelian APD kini harus disertai langsung penyerahan uang tunai. Prosedur ini pun dikeluhkannya

"Ini kan menjadi persoalan, ketika APD sedang dibutuhkan, pencairannya justru harus melalui prosedur dulu," keluhnya seraya mempertanyakan regulasi yang berlaku.

AYO BACA : Pejabat di Majalengka Diminta Patungan Beli Masker untuk Rakyat

Namun begitu, pihaknya tak ingin membuat masyarakat panik. Dia tetap meminta publik tenang serta terus menjalankan pola hidup bersih dan sehat.

"Masyarakat yang sehat sebaiknya tetap pakai masker kain. Yang penting, cuci tangan dengan benar dan jaga jarak aman hingga 1-2 meter," tuturnya. 

Masyarakat dimintanya tetap di rumah dan tak keluar bila tak mendesak. Konsumsi makanan bergizi dan berolahraga teratur minimal 30 menit dalam tiga kali sepekan pun turut dianjurkannya.

 

Catatan Redaksi: 
Bila Anda merasakan gejala awal Covid-19, untuk memastikannya atau untuk mengetahui informasi perihal virus ini bisa mengakses nomor hotline Dinas Kesehatan Jabar di 0811-2093-306 atau Emergency Kesehatan: 119.

AYO BACA : Truk BBM Pertamina Terbakar di Majalengka

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers