web analytics
  

Pandemi Covid-19, Pengusaha Topi Kehilangan Omzet Miliaran

Rabu, 8 April 2020 20:04 WIB Mildan Abdalloh

Asep Andian, salah seorang pelaku usaha pembuatan topi di Desa Rahayu. (Ayobandung.com)

MARGAASIH, AYOBANDUNG.COM -- Pelaku usaha topi di Desa Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung mengalami penurunan omzet miliaran akibat melemahnya ekonomi saat Pandemi Corona.

Asep Andian, salah seorang pelaku usaha pembuatan topi di Desa Rahayu mengatakan, sejak setelah pandemi corona, banyak koleganya dari berbagai wilayah membatalkan pesanam atau melakukan penundaan pesanan. Hal tersebut dikarenakan banyak pasar yang melakukan pembatasan aktivitas juga sepinya pembeli.

"Pesanan yang masuk ada yang dibatalkan, ada juga yang dijadwal ulang. Nyoba masukin ke pasar umum juga tidak bisa," ujar Asep, Rabu (8/4/2020).

Selain sepi pesanan, banyak perusahaan jasa pengantaran barang berhenti beroperasi sementara.

AYO BACA : Pandemi Corona, UMKM Kerajinan Sunda di Bandung 'Menjerit'

Dengan kondisi tersebut, Asep mengaku kehilangan omset sampai Rp1,5 miliar, mengingat banyak pelanggan dari luar daerah bahkan luar negeri membatalkan pesanan.

Asep melanjutkan, karena pesanan turun, dirinya terpaksa menurunkan produksi sampai 90%. Sisanya 10% lagi hanya membereskan sejumlah pekerjaan yang belum rampung.

Asep sendiri mempekerjakan sekitar 200 karyawan, sekarang yang masih bekerja hanya 20-an orang, sisanya terpaksa dirumahkan sementara.

"Harapan kami pada pemerintah agar dapat segera menuntaskan wabah virus corona ini. Agar roda perekonomian masyarakat bisa kembali berjalan dengan baik. Karena yang paling terdampak adalah masyarakat banyak disemua sektor kehidupan," tutupnya.

AYO BACA : Kreatifnya Topi Esduabelas Diminati Luar Negeri

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers