web analytics
  

Istri Bima Arya Inisiasi Gerakan Sejuta Masker Kain

Rabu, 8 April 2020 12:52 WIB Husnul Khatimah

Istri Wali Kota Bogor Bima Arya, Yane Ardian. (Instagram/@yane_ardian)

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Penyebaran Covid-19 yang terus meningkat membuat ketersediaan alat pelindung diri (APD) seperti masker cukup langka di pasaran sehingga harganya pun melonjak tinggi. Melihat kondisi itu, Yane Ardian menggagas gerakan yang dinamakan Sejuta Masker Kain untuk Kota Bogor.

Istri Wali Kota Bogor Bima Arya ini menuturkan banyak warga yang masih tidak menggunakan masker lantaran keberadaan masker sangat sulit dan mahal. Padahal WHO dan pemerintah mewajibkan seluruh masyarakat menggunakan masker, terutama saat keluar rumah. 

"Dan tidak semua warga paham tentang manfaat pakai masker untuk cegah droplet dari bersin atau batuk seseorang. Itulah kita perlu gerakan bersama untuk pengadaan masker kain," ujar Yane, Rabu (8/4/2020).

i

Gerakan Sejuta Masker untuk Kota Bogor. (Instagram/@yane_ardian)

AYO BACA : Bayi Usia 3 Bulan Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor

Selain menyediakan tempat jahit untuk pembuatan masker kain dan sejumlah SDM di kediaman pribadinya, Yane Ardian juga menggerakan kader PKK se-Kota Bogor untuk ikut ambil bagian dan mengajak partisipasi masyarakat dalam gerakan sejuta masker kain tersebut.

"Banyak yang terlibat dalam gerakan ini. PKK sebagai inisiator melibatkan PKK Kota Bogor, kecamatan, kelurahan, RW, RT hingga Dasawisma. Ada juga Yayasan Cinta Keluarga Indonesia (YCKI) sebagai fasilitator donasi, Solidaritas Bogor untuk relawan antar dan komunitas lainnya serta seluruh masyarakat Kota Bogor yang peduli pada gerakan ini," jelasnya.

Gerakan ini juga membuka donasi bagi masyarakat atau instansi yang ingin ikut ambil bagian. Donasi yang dibuka ada empat macam, bisa berupa donasi uang, donasi kain, donasi masker kain, atau bahkan donasi tenaga relawan jahit masker.

"Donasi-donasi ini saling support. Pemberdayaan masyarakat yang utama untuk sadar secara mandiri ikut dalam gerakan ini. Tapi tentu saja diperlukan support masker kain untuk wilayah yang memerlukan dan tempat umum yang masih aktivitas, seperti pasar, angkutan umum dan lain-lain dengan tetap jaga jarak dan rutin cuci tangan," kata Yane.

Saat ini, diakui Yane, pihaknya masih mendata relawan jahit di wilayah dan yang melakukan produksi mandiri. Nantinya masker kain akan dibagikan gratis untuk warga berdasar kebutuhan di wilayah dari ajuan PKK kelurahan dan kecamatan.

AYO BACA : Perangi Covid-19, Kota Bogor Anggarkan Rp300 Miliar

"Juga dioptimalkan terlebih dahulu untuk masyarakat di tempat umum seperti pasar, stasiun, dan lain-lain. Masker kain dibungkus dan disertakan selembaran edukasi cara pakai dan cara cuci masker kain," kata Yane.

Keberhasilan gerakan, lanjutnya, akan terlihat apabila semua warga yang keluar rumah untuk urusan sangat mendesak, memakai masker. Tidak ada warga di luar rumah yang tidak pakai masker. 

"Dan ini harus dicapai dalam waktu yang sesegera mungkin agar segera putus rantai penularan. Selain sosialisasi dan pemberian masker gratis, menurut saya pengawasan dan sanksi harus ditegakkan. Perlunya kerja sama yang kuat antara yang terlibat gerakan ini dengan Pemkot dan jajarannya," terang Yane.

Yane mengajak para keluarga Indonesia untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk cegah Covid-19 ini di antaranya makan makanan Beragam Bergizi Seimbang Halal dan Aman (B2SHA), aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari dalam lima kali seminggu, berjemur 15 menit, rajin cuci tangan pakai sabun dan dengan air mengalir.

"Selain itu juga terapkan physical distancing, media social distancing, pakai masker untuk menghindari droplet, selalu merasa bahagia (positive thinking), istirahat cukup dan yang tak kalah penting mendekatkan diri pada Allah SWT," katanya. 

 

Catatan Redaksi: 
Bila Anda merasakan gejala awal Covid-19, untuk memastikannya atau untuk mengetahui informasi perihal virus ini bisa mengakses nomor hotline Dinas Kesehatan Jabar di 0811-2093-306 atau Emergency Kesehatan: 119.

AYO BACA : Update Covid-19 di Kota Bogor, Pasien Positif Tak Bertambah

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers