web analytics
  

Son Heung-min Latihan Perang Kimia Kala Pandemi Corona

Selasa, 7 April 2020 21:38 WIB
Olahraga - Sport, Son Heung-min Latihan Perang Kimia Kala Pandemi Corona, Son heung min, wajib militer, korea selatan,

Son Heung-min. (Rruters)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Striker Tottenham Hotspur, Son Heung-min, akan merasakan gas air mata, berlatih menembak, dan long march sejauh 30 km selama tiga minggu saat dia menjalani wajib militernya di Korea Selatan bulan ini, kata seorang pejabat Korps Marinir, Selasa (7/4/2020).

Semua pria berbadan sehat diwajibkan masuk militer selama sekitar dua tahun di Korea Selatan, yang secara teknis masih berperang dengan Korea Utara. Namun, Son mendapat pengecualian setelah membawa negara itu meraih emas di ajang Asian Games 2018.

Son (27) akan menyelesaikan wajib militernya saat Liga Premier Inggris dalam penangguhan karena wabah virus korona, kata Tottenham Hotspur, Senin (6/4/2020), sebagaimana dilansir dari Rauters.

Son saat ini masih menjalani karantina mandiri setelah adanya aturan masuk Korsel yang diperketat karena pandemi Covid-19. Selanjutnya dia akan memulai tugasnya pada unit Korps Marinir di pulau paling selatan Jeju mulai 20 April, demikian media setempat memberitakan.

Administratur Tenaga Kerja Militer (MMA) yang menangani masalah wajib militer menolak mengonfirmasi tanggal dan lokasi Son bertugas karena adanya aturan privasi.

Namun, seorang pejabat di Korps Marinir mengatakan, Son akan mendapat versi singkat kamp pelatihan yang diperlukan untuk semua anggota militer reguler baru, termasuk pendidikan disiplin, latihan tempur, dan latihan perang kimia, biologi, radiologis, dan nuklir (CBRN).

Sebuah video pelatihan militer yang diposting MMA di YouTube menunjukkan sekelompok prajurit menjalani pelatihan CBRN di kamar gas. Setelah beberapa menit mereka keluar dengan air mata mengalir di wajah dan air dituangkan ke atas kepala mereka.

"Pelatihan CBRN biasanya merupakan bagian terberat dari kamp pelatihan," jelas video itu seperti dimuat Antara.

Pejabat Korps Marinir mengatakan, Son akan mengakhiri periode wajib militernya sepanjang tiga minggu dengan long march sejauh 30 km.

"Begitu masuk militer, Anda harus dapat menggunakan senjata, menghirup gas, dan berpartisipasi dalam pertempuran, berguling, dan merangkak di sekitar lapangan," kata pejabat itu kepada Reuters.

"Selama march, prajurit reguler Korps Marinir kami akan membawa 40 kg peralatan, tetapi itu bisa jauh lebih ringan untuk peserta pelatihan alternatif tergantung pada programnya."

Dia menambahkan, militer akan melakukan pemeriksaan suhu dan medis secara teratur pada semua prajurit dan mengharuskan mereka menjaga jarak selama pelatihan untuk mencegah infeksi virus corona.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers