web analytics
  

Demi Pertimbangan Sosial dan Medis, KBB Gunakan Ruang Isolasi di Masjid

Selasa, 7 April 2020 20:38 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Bandung, Demi Pertimbangan Sosial dan Medis, KBB Gunakan Ruang Isolasi di Masjid, Pemkab Bandung Barat, Isolasi, Masjid,

Masjid. (pixabay)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Atas pertimbangan sosial dan medis, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadikan aula di Masjid Agung Ash-Shidiq di komplek perkantoran KBB, Mekarsari Ngamprah sebagai tempat isolasi pasien. 

Pemilihan ruang isolasi ini menjawab kekhawatiran warga sekaligus solusi lain dari keterbatasan tempat di rumah sakit rujukan.

Ketua Panja DPRD KBB, Bagja Setiawan mengatakan, keputusan itu diambil setelah ada kesepakatan antara Pemkab dengan DPRD Bandung Barat. 

Aula masjid yang berlokasi di kompleks perkatoran Pemkab Bandung Barat, Mekarsari, Ngamprah ini dirasa tepat menjadi ruang isolasi sementara bagi pasien yang dinyatakan positif namun tidak mengalami gejala.

"Sudah diputuskan dan diambil kesepakatan bersama bahwa aula masjid Ash Shiddiq akan jadi tempat khusus untuk menangani pasien positif Covid-19 yang tidak bergejala," terang dia seusai rapat, Selasa (7/4/2020).

AYO BACA : Bandung Barat Gelontorkan Rp18 Miliar Tangani Covid-19

Menurut dia, kesepakatan tersebut diambil karena selama ini belum ada penanganan yang jelas untuk pasien positif Covid-19 yang tidak bergejala. 

Di satu sisi isolasi pasien tak bergejala memunculkan protes di masyarakat sekitarnya yang keberatan.

"Ruang itu bisa menampung 20 orang, besok kita akan maraton dengan dinas teknis terkait kesiapannya. Ini harus cepat karena terkait dengan kesiapan sarana dan prasarananya," kata politikus ini. 

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna yang juga ketua Gugus Tugas penanganan Covid-19 mengatakan, begitu ada pasien yang positif Covid-19 tanpa gejala akan langsung dirawat di aula Masjid Ash Shiddiq.

Menurut dia, hal tersebut sudah dipertimbangkan secara matang, sehingga dia menjamin keputusan ini akan aman dan masyarakat tidak perlu khawatir.

”Masyarakat gak usah khawatir, kita akan optimalkan petugas medisnya termasuk APD-nya. Jangan takut, kan kita juga ASN di sini dan kalau mau salat di bagian atas jadi tidak terganggu. Lagipula akses dengan masyarakat di sini cukup jauh, karena kan jalurnya perlintasan bukan permukiman," tuturnya.

AYO BACA : Disinfektan Sasar 3 Pasar Tradisional di KBB

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers