web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Cegah Corona, Protokol Keluar Rumah Ini Harus Dipatuhi!

Selasa, 7 April 2020 09:31 WIB M. Naufal Hafizh

[Ilustrasi] Sejumlah warga terpaksa keluar rumah saat pandemi corona Covid-19 karena berbagai alasan. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Ada sejumlah protokol yang harus dilakukan seseorang jika ingin keluar rumah di tengah pandemi corona Covid-19.

Hal ini harus dilakukan demi memutus rantai penyebaran virus corona baru Covid-19.

Agar terhindar dari penularan virus corona baru, Kementerian Kesehatan RI dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana telah merilis protokol keluar rumah sebagai bentuk pencegahan.

AYO BACA: Cara Salam Alternatif untuk Cegah Corona Sesuai Anjuran WHO

AYO BACA: [Konten Edukatif Corona] Apa yang Harus Disiapkan di Rumah Kalau Lockdown?

AYO BACA: Padanan Kata Lockdown, Corona, dan Social Distancing dalam Bahasa Indonesia

Protokol tersebut adalah sebagai berikut:

1.    Pakai jaket atau baju lengan panjang;

2.    Tidak perlu memakai aksesori, seperti gelang, cincin, dan anting;

3.    Ketika akan menggunakan masker, pakai di saat terakhir akan meninggalkan rumah;

4.    Usahakan untuk tidak menggunakan transportasi umum;

5.    Gunakan tisu ketika akan menyentuh permukaan apa pun;

6.    Remas sapu tangan dan buang ke tempat sampah;

7.    Jika batuk atau bersin, lakukan etika secara benar yaitu menggunakan tisu atau siku bagian dalam;

AYO BACA: 5 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 yang Keliru

AYO BACA: Nekat Resepsi Nikah di Tengah Corona Akan Dipenjara 1 Tahun?

AYO BACA: 5 Langkah Mencegah Virus Corona di Rumah

8.    Usahakan untuk bertransaksi nontunai;

9.    Lakukan cuci tangan atau gunakan cairan antiseptik setelah menyentuh benda dan permukaan apa pun;

10. Jangan menyentuh wajah sampai tangan benar-benar bersih;

11. Jaga jarak aman dengan orang lain, minimal satu meter;

Di sisi lain, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengubah frasa social distancing dengan physical distancing pada Jumat (20/3/2020). Perubahan ini dilakukan agar masyarakat tetap terhubung namun tetap dalam jarak aman.

"Kami mulai mengatakan physical distance karena kami ingin orang-orang tetap terhubung. Jadi, temukan cara untuk tetap terhubung secara sosial, bisa melalui berbagai media sosial agar tetap terhubung dengan orang lain karena kesehatan mental Anda sama pentingnya dengan kesehatan fisik Anda," ucap Dr Maria Kerkhove, seorang ahli epidemiologi WHO.

Seperti #dirumahaja, menjaga jarak dari orang lain dapat meminimalisasi kemungkinan penularan dan dapat mencegah penyebaran virus ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers