web analytics
  

Berbahayakah Jika Anak Doyan Musik Rock?

Selasa, 7 April 2020 10:06 WIB Netizen Djoko Subinarto
Netizen, Berbahayakah Jika Anak Doyan Musik Rock?, musik rock,anak

Ilustrasi musik rock.(pixabay)

Djoko Subinarto

Penulis lepas, bloger, mukim di Cimahi

AYOBANDUNG.COM -- Ada banyak jenis musik di sekeliling kita. Boleh jadi hampir tiap hari kita mendengar musik. Bagi sebagian orang, bahkan tiada hari tanpa musik.

Bagaimana dengan anak-anak Anda? Apakah mereka saban hari mendengar musik? Apa jenis musik yang mereka dengar? Apakah musik khusus untuk anak-anak, musik religius, musik dangdut, musik pop, musik klasik, musik jazz, musik country, musik rock atau musik-musik lainnya?

Lantas, bermanfaatkah mendengar musik? Jawabannya relatif. Jadi tergantung dari sudut mana kita melihatnya. Sementara pakar menyatakan bahwa mendengar musik klasik akan sangat bermanfaat bagi peningkatan kecerdasan anak. Banyak kajian yang menyimpulkan hal seperti ini.

Lha, bagaimana sekarang kalau yang banyak didengar oleh anak kita adalah musik rock yang hingar bingar atau juga musik dangdut yang mengundang badan bergoyang? Sejauh ini belum ada sih penelitian khusus yang menyebut bagaimana pengaruh musik rock maupun dangdut terhadap kecerdasan anak. Entah kalau terhadap kepribadian anak.

Namun, yang agaknya perlu diwaspadai oleh orangtua sekiranya anak menyukai musik rock, seperti heavy metal, trash metal atau dead metal, adalah soal lirik dari lagu-lagu yang beraliran rock itu. Tak sedikit lagu rock yang liriknya bagus memang. Tapi, tidak dimungkiri tak sedikit pula yang memiliki lirik buruk, kotor, baik dari segi pilihan kata-katanya maupun dari pesan yang terkandung dalam lirik tersebut.

Selain soal isi lirik, yang juga mungkin perlu diwaspadai adalah soal kencenderungan anak meniru tingkah polah bintang rock pujaan mereka yang tidak jarang memang suka bertindak urakan dan aneh-aneh, bahkan kadang cenderung agak menyimpang dari norma-norma standar yang normal.

Jadi, sepanjang musik atau lagu rock yang digemari anak itu memiliki lirik yang bagus, lantas musisi atau penyanyinya juga nggak bertindak neko-neko yang kemungkinan bisa ditiru oleh para penyukanya, ya nggak masalah juga jika anak menyukai musik dan lagu rock.

Belajar musik

Jika memang anak terlihat memiliki minat besar pada musik, Anda bisa saja menyertakannya dalam les atau kursus musik. Menurut Steve Morrison, pakar musik dari Universitas Washington di Seattle, Amerika Serikat, instrumen musik utama yang sebaiknya dipilih untuk dipelajari oleh anak yakni piano. Kenapa?

Belajar bermain piano dapat menjadi sebuah fondasi untuk menumbuhkan kemahiran bermusik anak. Dibandingkan dengan instrumen-instrumen musik lainnya, jangkauan nada piano jauh lebih luas.

Dewasa ini, banyak anak yang sudah mulai belajar main piano sejak usia enam tahun. Hal yang penting dalam belajar piano adalah kordinasi antara mata serta tangan. Selain itu, kemampuan dasar dalam membaca juga harus dimiliki oleh anak yang akan mempelajari piano.

***

Djoko Subinarto, Alumnus FISIP Universitas Padjadjaran (Unpad) sekaligus Kolumnis dan Blogger tinggal di Cimahi. Beberapa artikel banyak di muat di Tribun Jateng, Republika, Koran Jakarta, dan media nasional lainnya.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Redaksi AyoBandung.Com

artikel terkait

dewanpers