web analytics
  

Penurunan Corona di Musim Panas Percuma Jika Masih Banyak yang Terjangkit?

Senin, 6 April 2020 19:38 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Penurunan Corona di Musim Panas Percuma Jika Masih Banyak yang Terjangkit?, Corona, penelitian, musim panas,

Penampakan virus Corona baru Covid-19. (NIAID flickr)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Para Ilmuwan dari University College menyebutkan ada penurunan penyebaran virus corona Covid-19 di cuaca panas. Namun, hal itu akan percuma jika masih banyak orang yang terjangkit dan meningkatkan penyebaran virus itu saat cuaca dingin.

"Kita bisa melihat adanya penurunan penularan virus corona di musim panas. Tapi ini bisa kembali meningkat di musim dingin, jika populasi terinfeksi dan rentan masih tinggi," tutur Rob Aldridge, peneliti utama studi tersebut, dilansir The Guardian.

Kabar tentang cuaca panas dan pengaruhnya terhadap virus corona Covid-19 masih jadi perdebatan. Sebagian ilmuwan menyebut virus corona Covid-19 tidak terpengaruh dengan cuaca dan musim panas, sementara lainnya berpendapat berbeda.

Diketahui, Aldridge dan rekan-rekannya meneliti keluarga virus corona yang paling sering menyebabkan penyakit, yakni HCoV-NL63, HCoV-OC43, dan HCoV-229E.

Penelitian dilakukan dengan menganalisis sampel virus-virus tersebut dan melakukan pengecekan silang dengan data dari National Health Service selama beberapa tahun ke belakang.

Hasilnya, ditemukan bahwa infeksi virus corona sangat tinggi terjadi di bulan Februari. Sementara itu, infeksi rendah terjadi di musim panas, yang mencapai puncaknya pada bulan Juli dan Agustus.

Namun, Aldridge mengingatkan bahwa hasil studi ini tidak bisa merefleksikan atau dijadikan rujukan terhadap pandemi SARS-Cov-2 yang menyebabkan Covid-19 pada lebih dari 1 juta orang.

"Karena ini adalah virus baru (novel virus) sehingga kami tidak tahu apakah pola penularan yang sama akan dipengaruhi oleh musim panas atau tidak. Karena itu, sangat krusial bagi kita untuk mengikuti saran-saran dari pakar kesehatan saat ini," tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Michael Skinner, pakar virologi dari Imperial College London. Virus corona merupakan jenis virus yang sangat mudah bermutasi. Bisa saja karakteristiknya mirip dengan virus corona lain, tapi pola penularannya tidak.

"Pengaruh cuaca musim panas ada, tapi tidak sebesar jika kita melakukan jaga jarak dan isolasi mandiri," tuturnya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers