web analytics
  

Cegah Corona, Turki Terapkan Jam Malam dan Tutup Perbatasan

Minggu, 5 April 2020 14:00 WIB Fira Nursyabani

Ilustrasi penutupan jalan saat karantina wilayah. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

ISTANBUL, AYOBANDUNG.COM -- Sejak Jumat (3/4/2020) tengah malam, Turki mulai memberlakukan jam malam untuk warga di bawah usia 20 tahun. Pemberlakuan ini dilakukan untuk menanggulangi penyebaran Covid-19.

Presiden turki Recep Tayyip Erdogan juga memutuskan menutup perbatasan di 31 kota, termasuk Istanbul, untuk semua kendaraan terkecuali yang melakukan transit atau membawa kebutuhan penting seperti makanan dan peralatan medis.

“Penutupan perbatasan ini akan pada awalnya akan berlangsung selama 15 hari tetapi akan diperpanjang jika dibutuhkan.” Jelas Erdogan pada konferensi pers, seperti dilansir dari Reuters.

Ia juga menjelaskan pemakaian masker di tempat publik, transportasi publik, tempat belanja, dan tempat berkerja akan diwajibkan.

Menteri Kesehatan turki Fahrettin Koca mengatakan, jumlah kasus di turki naik ke melebihi 20.000 kasus dengan 425 korban jiwa pada Jumat (3/4/2020).

Ankara sudah memberhentikan semua penerbangan internasional, membatasi perjalanan domestik, menutup sekolah, dan menunda ibadah keagamaan. Tetapi Erdogan tetap mengharapkan kestabilan produksi ekonomi dan ekspor dengan memperbolehkan warga untuk bekerja.

Pada akhir Maret, Turki sudah mengimbau warganya yang berumur di atas 65 tahun atau memiliki riwayat penyakit kronis untuk tetap tinggal di rumah.

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers