web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Bilik Disinfeksi Tak Dianjurkan Kementerian Kesehatan?

Minggu, 5 April 2020 01:00 WIB

Bilik disinfektan. (Istimewa)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Kementerian Kesehatan ternyata tidak menganjurkan pemerintah daerah maupun masyarakat menggunakan bilik disinfeksi sebagai upaya pencegahan virus corona baru Covid-19.

Kemenkes menilai penggunaan bilik disinfeksi justru berisiko terhadap kesehatan seseorang.

"Tidak menganjurkan penggunaan bilik desinfeksi di tempat dan fasilitas umum (TFU) serta permukiman," demikian Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Kirana Pritasari dalam surat edaran tentang anjuran tidak menggunakan bilik disinfeksi untuk pencegahan penularan Covid-19 yang dikutip di Jakarta, Jumat (3/4/2020).

Dalam surat edaran itu disebutkan bahwa disinfeksi hanya dilakukan pada permukaan benda mati, seperti lantai, dinding, peralatan, ruangan, pakaian, dan alat pelindung diri. Tindakan disinfeksi tidak dianjurkan dilakukan pada tubuh manusia karena bisa menimbulkan risiko kesehatan, seperti iritasi kulit dan iritasi pada saluran pernapasan.

Penggunaan disinfektan jenis larutan hipoklorit pada konsentrasi tinggi dapat mengakibatkan kulit terbakar parah. Berdasarkan pantauan Kemenkes di lapangan, berbagai macam cairan disinfektan yang digunakan untuk bilik desinfeksi itu, di antaranya diluted bleach (larutan pemutih/natrium hipoklorit), klorin dan sejenisnya, etanol 70 persen, amonium kuarterner (seperti benzalkonium klorida), dan hidrogen peroksida (H202).

Disinfektan tersebut merupakan cairan yang digunakan untuk mendisinfeksi ruangan dan permukaan, seperti lantai, perabot, peralatan kerja, pegangan tangga atau eskalator, dan moda transportasi. Hingga saat ini, Kemenkes menganjurkan solusi aman untuk pencegahan penularan Covid-19 dengan cuci tangan memakai sabun dan air mengalir dengan rutin atau gunakan cairan pembersih tangan.

Jika warga harus keluar rumah, Kemenkes menganjurkan mereka menghindari kerumunan, menjaga jarak, dan menggunakan masker. Selain itu, masyarakat dianjurkan membuka jendela untuk mendapatkan sirkulasi udara yang baik.

Jika menggunakan kipas angin atau alat pengatur suhu ruangan, warga dianjurkan melakukan pemeliharaan secara rutin. Masyarakat juga dianjurkan untuk segera mandi dan mengganti pakaian setelah bepergian keluar rumah.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers