web analytics
  

Sejumlah Pasien Positif Covid-19 Hanya Rasakan Gangguan Pencernaan

Sabtu, 4 April 2020 08:27 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Sejumlah Pasien Positif Covid-19 Hanya Rasakan Gangguan Pencernaan, Corona, virus corona, covid-19, sakit perut,

[Ilustrasi] Sakit perut. (Pixabay)

Gangguan pencernaan yang mungkin dirasakan pasien corona Covid-19 ialah diare dan keram perut.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Banyak orang berpikir gejala infeksi virus corona ialah demam, batuk, dan sesak napas. Namun, penelitian di Cina, belum lama ini mengungkapkan, sebagian kecil pasien Covid-19 hanya menunjukkan gejala gastrointestinal atau gangguan pencernaan, seperti diare dan keram perut.

Ada sekitar seperempat pasien dalam studi baru ini yang menunjukkan diare dan gejala pencernaan lainnya. Ini menjadi satu-satunya gejala Covid-19 ringan. Alhasil, pasien tersebut mendapat perawatan medis lebih lambat daripada mereka yang memiliki gejala pernapasan. Kegagalan untuk mengenali pasien-pasien ini lebih awal pun dianggap menjadi penyebab penyebaran virus yang tanpa disadari.

"Mereka dengan gejala itu ada di antara pasien rawat jalan dengan penyakit ringan, yang tetap tidak terdiagnosis dan tidak menyadari potensi mereka untuk menulari orang lain," kata tim dari Union Hospital dan Tongji Medical College di Wuhan, Cina, pusat asli pandemi coronavirus, dikutip laman Health24.

Penelitian itu menyoroti keberadaan dan fitur dari subkelompok penting pasien Covid-19. Peneliti mengakui hasil studi ini memang harus dikonfirmasi lebih lanjut dalam studi internasional yang lebih besar.

AYO BACA: Pandemi Corona, Resepsi Pernikahan Polisi Dibatalkan Setelah Persiapan Setahun

AYO BACA: 5 Pembersih Rumah Ini Bisa Basmi Covid-19

AYO BACA: Jahe dan Kunyit, Mana yang Lebih Berkhasiat?

Namun, mulai sekarang, peneliti akan mempelajari spektrum gejala yang bervariasi untuk pasien Covid-19. Dr Robert Glatter, seorang dokter gawat darurat di Lenox Hill Hospital di New York City menjelaskan, peneliti sekarang menyadari bahwa gejala gastrointestinal mungkin merupakan tanda awal corona, bahkan tanpa batuk, demam, atau kesulitan bernapas.

"Kabar baiknya adalah bahwa sebagian besar pasien dengan gejala gastrointestinal biasanya memiliki penyakit Covid-19 yang ringan," katanya.

Dalam studi baru, tim peneliti melacak data dari 206 pasien dengan Covid-19 ringan. Hampir seperempat (48 orang) memiliki gejala pencernaan saja, 69 menunjukkan gejala pencernaan dan pernapasan, dan 89 hanya memiliki gejala pernapasan.

Dari pasien dengan gejala pencernaan, 67 di antaranya mengalami diare. Sekitar satu dari 5 orang mengalami diare sebagai gejala pertama. Diare berlangsung antara satu hingga 14 hari dengan durasi rata-rata lebih dari 5 hari dan frekuensi sekitar empat buang air besar sehari.

AYO BACA: Cara Buat Masker Anticorona Murah dan Ramah Lingkungan ala Dokter Taiwan

AYO BACA: Cara Membuat Hand Sanitizer Sesuai Standar WHO untuk Cegah Corona

AYO BACA: Waspadai, Ini 5 Gejala Positif Corona Covid-19 yang Tidak Umum

Sekitar sepertiga dari pasien dengan gejala pencernaan tidak mengalami demam. Pasien dengan gejala pencernaan membutuhkan waktu lebih lama untuk sampai dirawat daripada mereka yang memiliki gejala pernapasan (16 hari dibandingkan 11 hari).

Studi baru juga menemukan bahwa pasien dengan gejala pencernaan memiliki waktu total yang lebih lama antara awal gejala sampai bersih dari virus. Mereka lebih mungkin untuk memiliki virus dalam kotoran mereka (sebanyak 73 persen berbanding 14 persen) dan sakit lebih lama daripada pasien dengan gejala pernapasan.

Studi yang dipublikasikan secara daring di American Journal of Gastroenterology itu kini dianggap sangat penting. Dr Brennan Spiegel, co-editor-in-chief jurnal tersebut menyebutkan bahwa penelitian itu sangat vital karena mewakili 80 persen atau lebih pasien yang tidak memiliki penyakit parah atau kritis.

Ini adalah tentang skenario yang lebih umum dari orang-orang di masyarakat yang berjuang untuk mencari tahu apakah mereka mungkin memiliki Covid-19 karena diare, mual, atau muntah yang baru timbul.

AYO BACA: LIPI Rilis Daftar Produk Rumah Tangga yang Bisa Dijadikan Disinfektan

AYO BACA: 8 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 Saat Keluar Rumah

AYO BACA: Corona Masuk ke Indonesia, Ini Doa Agar Terhindar dari Penyakit Berbahaya

"Sangat penting untuk mengenali aspek kunci dari bagaimana penyakit ini muncul, karena ini dapat memicu kebutuhan untuk karantina mandiri," katanya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers