web analytics
  

Pandemi Covid-19, 5.000 Kiai di Jabar Diusulkan Ikut Tes Covid-19

Jumat, 3 April 2020 20:32 WIB Vina Elvira
Umum - Regional, Pandemi Covid-19, 5.000 Kiai di Jabar Diusulkan Ikut Tes Covid-19, Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum, Test Corona,

Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum. (Dok Humas Pemprov Jabar)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM --  Pemerintah Provinsi Jawa Barat merencanakan akan melakukan rapid test Covid-19 terhadap 5.000 kiai.

Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengatakan rencana tersebut dipicu hasil rapid test massal di Jabar sepekan terakhir yang menunjukkan 667 orang terindikasi positif Covid-19, seperti terjadi di Stukpa Sukabumi dan rumah ibadah di Bandung. 

"Artinya kelompok itu yang salah satu anggotanya kena, ini dimungkinkan cepat berkembangnya. Dengan kenyataan seperti itu, kami akan mengetes 5.000 kiai, ajengan, dan ustaz," ungkap Uu kepada Ayobandung.com, Jumat (3/4/3020).

AYO BACA : Wagub Uu Dorong Kabupaten/Kota Bentuk Gugus Tugas Covid-19

Menurutnya, kiai masyarakat kategori B, yaitu kelompok masyarakat yang dikategorikan sering bertemu banyak orang. Oleh karena itu, melakukan tes Covid-1 kepada para kiai, perlu dilakukan sebagai langkah preventif untuk memutus mata rantai penyebaran virus tersebut di Jabar.

"Bahkan kepada kiai banyak yang bersalaman, dengan niat memberi penghormatan dan mendapatkan barokah," katanya. 

Apabila didapati kiai sebagai pimpinan pesantren terpapar Covid-19. Maka, seluruh aktivitas kiai tersebut harus ditindaklanjuti, dan dilakukan rapid test di lingkungan pesantren.

AYO BACA : Wagub Uu Minta Warga Jabar Ikuti Semua Imbauan Pemerintah

"Kalau soerang kiai sebagai pimpinan pondok pesantren ada yang kena, berarti santrinya pun harus ditindaklanjuti adanya pengetesan," katanya.

Hingga saat ini, Pemprov Jabar masih berupaya mendata dan meyakinkan para kiai untuk mengikuti tes tersebut.

"Tetapi setelah kami konsultasi dengan beberapa kiai, ada beberapa yang enggan untuk dites, dengan berbagai alasan. Kami berusaha meyakinkan para kiai untuk bisa dan mau dites. Untuk memberikan keyakinan kepada dirinya, apakah saya kena atau tidak dengan virus itu," ungkap Uu.

Untuk memperlancar rencana ini, kata dia, Pemprov Jabar akan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait, mulai dari Ormas Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI), hingga Kementerian Agama. 

"Sekarang kami mendata dulu para kiai lewat ormas Islam, lewat Kemenag, lewat MUI. Mana yang kira-kira harus diperiksa. Bukan dilihat pesntren besar atau kecilnya ya. Tapi dilihat dari aktivitasnya," jelas Uu.

Mekanisme pelaksanaan tes Covid-19 kepada kiai, akan diinformasikan lebih lanjut setelah proses pendataan selesai.

AYO BACA : Wagub Jabar Imbau Tidak Abaikan Ibadah di Tengah Covid-19

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers