web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Cegah Covid-19, Diskominfo Jabar Sosialisasi PHBS ke Warga DAS Citarum via Medsos

Jumat, 3 April 2020 20:02 WIB Nur Khansa Ranawati

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) terus melakukan sosialisasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi warga di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, untuk mengendalikan persebaran virus Corona atau Covid-19.

Berbagai konten audio visual dengan grafis menarik dikedepankan untuk mengajak warga terus menjaga kebersihan diri di tengah pandemi.

Kepala Diskominfo Jabar, Setiaji mengatakan, saat ini sosialisasi dititikberatkan pada publikasi di media sosial dan penyebaran melalui grup-grup aplikasi komunikasi seperti WhatsApp.

"Di tengah pandemi Covid-19 ini kita tidak berhenti sosialisasi, tapi bedanya tidak lewat pengumpulan massa. Kami melakukan berbagai cara mulai dari publikasi di media sosial sampai penyebaran informasi di grup WhatsApp," ungkapnya belum lama ini.

AYO BACA : Diskominfo Jabar Gencarkan Sosialisasi PHBS ke Masyarakat Sepanjang Sungai Citarum

Sosialisasi di grup WhatsApp tersebut salah satunya menyasar guru dengan harapan dapat kembali disampaikan pada para murid didiknya. Selain melalui konten di media sosial, Setiaji mengatakan, sosialisasi PHBS juga saat ini dilakukan lewat aplikasi Sapa Warga.

Aplikasi tersebut dibuat dan ditujukkan untuk diakses para kepala rukun warga (RW) di setiap desa terutama di sekitar DAS Citarum.

"Sekarang ada informasi yang dibagikan lewat Sapa Warga, bentuknya berupa infografis dan konten video tentang PHBS yang dikaitkan dengan Covid-19," ungkapnya.

Dia mengatakan, saat ini terdapat sekitar 26.000 ketua RW yang telah mengakses aplikasi tersebut. Angka tersebut masih berada separuh dari target pengakses aplikasi Sapa Warga.

AYO BACA : Berantas Hoaks, Diskominfo Jabar Gelar Workshop Cek Fakta

"Pekerjaan rumah kami masih ada setengahnya yang belum mengakses Sapa Warga, akan terus ditingkatkan," ungkapnya.

Selain soal PHBS, sosialisasi mengenai serba-serbi pencegahan penyebaran Covid-19 lainnya juga terus digerakkan melalui berbagai media. Salah satunya lewat koordinasi dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kemenkominfo RI.

"Kami koordinasi dengan Bakti Kominfo. Mereka kan punya titik-titik akses hotspot di daerah pedesaan untuk warga, nanti ketika warga mengakses hotspot itu di tampilan utamanya ada penjelasan mengenai Covid-19, seperti penjelasan tentang social distancing dan lain-lain," paparnya.

Warga Diminta Tidak Mudik dan Piknik

Di samping itu, Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar mengeluarkan maklumat untuk tidak mudik dan tidak piknik kepada seluruh warga Jawa Barat. Maklumat ini dikeluarkan melalui Surat Edaran No. 360/49/Dishub ditujukan kepada para bupati dan wali kota di Jabar.

Sekretaris Daerah Jabar, Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, maklumat ini dikeluarkan dengan tujuan agar penyebaran virus Corona tidak semakin meluas.
"Para ketua RT setempat diminta melakukan pendataan terhadap pendatang yang melaksanakan mudik ke wilayahnya untuk selanjutnya ditetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP)," katanya.

Jika masih ada warga yang tetap melaksanakan aktivitas mudik, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah kewilayahan untuk keperluan pengawasan, penelusuran, pelacakan, dan pembatasan gerak di kemudian hari. 
"Orang yang memaksa untuk mudik, ini langsung ditetapkan sebagai ODP daan wajib melakukan karantina mandiri selama 14 hari," tegas Setiawan.

AYO BACA : Warga di DAS Citarum Harus Berperan Aktif Lawan Covid-19

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers