web analytics
  

Pandemi Corona, Resepsi Pernikahan Polisi Dibatalkan Setelah Persiapan Setahun

Jumat, 3 April 2020 16:08 WIB Mildan Abdalloh

Bripka Fenny Octafiany Simamora yang bertugas di Staf Umum Polresta Bandung dan Bripka Amran Regen Situmeang anggota Polsres Cirebon membatalkan resepsi yang rencananya digelar pada 23 Maret 2020. (Istimewa)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Dua anggota kepolisian terpaksa membatalkan rencana resepsi pernikahan yang telah dipersiapkan selama satu tahun.

Bripka Fenny Octafiany Simamora yang bertugas di Staf Umum Polresta Bandung dan Bripka Amran Regen Situmeang anggota Polsres Cirebon rencananya menggelar resepsi pernikahan pada 23 Maret 2020.

"Persiapan sudah dilakukan setahun lalu. Undangan juga sudah dicetak," tutur Fenny, Kamis (3/4/2020.)

Kedua pasangan tersebut pulang kampung untuk menggelar pernikahan dan resepsi. Namun, siapa sangka, beberapa hari sebelum resepsi pernikahan digelar, keluar maklumat Kapolri yang akan menindak tegas anggotanya jika nekat menggelar acara melibatkan orang banyak sebagai pencegahan penyebaran Covid-19.

Pesta pernikahan yang akan digelar besar-besaran pun buyar. Padahal, 1.000 undangan yang dicetak telah disebar. Keputusan berat bagi kedua pasangan polisi tersebut untuk membatalkan resepsi pernikahan.

Sebagai seorang wanita, Fenny mengaku memimpikan pernikahan yang megah. Keputusan pembatalan resepsi pernikahan diambil di detik-detik akhir membuatnya memendam kecewa.

"Sedih, kecewa juga.  Tapi ini masalah kita peduli sama orang lain, soal kemanusiaan. Jadi ini yang terbaik," ujarnya.

Akhirnya Fenny dan Amran hanya menggelar pernikahan secara agama di gereja HKBP Simanungkalit Tarutung Sipoholon, Sumatera Utara.

nikah

Bripka Fenny Octafiany Simamora dan Bripka Amran Regen Situmeang menggelar pernikahan secara agama di gereja HKBP Simanungkalit Tarutung Sipoholon, Sumatera Utara. (Istimewa)

Keputusan tersebut diambil setelah dua keluarga berunding. Akhirnya diambil kesepakatan menunda resepsi pernikahan.

Acara resepsi pernikahan adat Batak lazimnya melibatkan banyak orang. Bahkan, sampai ribuan orang. Prosesi adat berjalan sejak siang dan biasanya berakhir pada petang, bahkan malam.

"Selain demi kemanusiaan, juga memang ada perintah langsung dari istana dan juga kapolri, itu sudah menjadi kewajiban saya sebagai anggota Polri. melaksanakan perintah, saya langsung diskusi dengan pasangan dan merencanakan kembali resepsi jika keadaan sudah kembali normal," ujarnya.

Sementara Itu, Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan mengapresiasi keputusan tersebut.

"Anak kami seorang putri terbaik dari Kepolisian Negara Republik Indonesia Adinda Bripka Fenny Octafiany Simamora memang seorang yang baik dan patuh, maka sudah sepantasnya bagi seorang alat negara yang disiplin dan patuh terhadap perintah, dia undur hari bersejarahnya demi kemanusiaan," katanya.

1

Bripka Fenny Octafiany Simamora yang bertugas di Staf Umum Polresta Bandung dan Bripka Amran Regen Situmeang anggota Polsres Cirebon membatalkan resepsi yang rencananya digelar pada 23 Maret 2020. (Istimewa)

Hendra juga mengucapkan permintaan maaf kepada para tamu undangan karena resepsi tersebut dibatalkan.

"Saya mengucapkan permintaan maaf kepada para tamu undangan," tuturnya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers