web analytics
  

Cara Memakai Masker Agar Optimal Cegah Virus Corona

Jumat, 3 April 2020 13:15 WIB M. Naufal Hafizh

[Ilustrasi] Memakai masker yang benar. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Terdapat tata cara memakai masker bedah agar optimal mencegah virus corona Covid-19.

Masker bedah sendiri menjadi masker yang jamak dipakai saat pandemi corona. 

Selain melindungi, masker erfungsi sebagai filter dari segala partikel kuman, virus, juga bakteri. Karena itu, penting untuk memperhatikan cara memakai dan melepas masker bedah yang tepat.

AYO BACA: Cara Buat Masker Anticorona Murah dan Ramah Lingkungan ala Dokter Taiwan

AYO BACA: LIPI Rilis Daftar Produk Rumah Tangga yang Bisa Dijadikan Disinfektan

AYO BACA: Cara Membuat Hand Sanitizer Sesuai Standar WHO untuk Cegah Corona

"Masker harus menutupi hidung dan mulut dan bagian atas ditekan karena ada kawat elastisnya, mengikuti tekstur hidung agar sesedikit mungkin ada celah," kata dokter spesialis paru RSUP Persahabatan dr Erlina Burhan saat teleconference di kantor BNPB, Jakarta, Rabu (1/4/2020).

Saat melepasnya jangan sampai bagian depan masker tersentuh tangan, ujar Erlina. Karena pada bagian itulah menumpuk partikel mikroorganisme yang telah difilter masker.

Cara melepas masker cukup dengan memegang talinya. Setelah itu segera mencuci tangan.

Jika sedang sakit namun tak ada masker, Erlina mengingatkan, budayakan melakukan etika batuk agar droplet tak menyebar ke orang lain.

AYO BACA: 8 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 Saat Keluar Rumah

AYO BACA: Corona Masuk ke Indonesia, Ini Doa Agar Terhindar dari Penyakit Berbahaya

AYO BACA: Tangkal Covid-19 dengan Mengonsumsi Ubi Ungu

"Etika batuk atau bersin dengan menutup mulut menggunakan siku bagian dalam atau masker. Kemudian cuci tangan pakai sabun. Lakukan semua itu dengan disiplin," ujarnya.

Terkait kelangkaan masker, Erlina mengingatkan agar masyarakat sehat sebaiknya tidak panic buying dengan memborong masker. Dia menyampaikan bahwa masker diperuntukkan bagi orang sakit dan tenaga medis.

"Kalau orang sehat yang memborongnya, memakainya, maka ketersediaan masker tidak ada lagi untuk tenaga medis maupun orang sakit. Dan ini bahaya kalau orang sakit tidak akses untuk masker, bisa terus menerus terjadi penularan," tuturnya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers