web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Social Distancing, Mari Selangkah Lebih Dekat dengan Buku!

Rabu, 1 April 2020 12:22 WIB Netizen Cicin Yulianti

[Ilustrasi] Membaca buku saat social distancing. (Pixabay)

AYOABANDUNG.COM -- Pada awal tahun 2020, keadaan sosial masyarakat dunia tengah diuji. Merebaknya makhluk kecil nan ganas atau kita sebut virus membuat manusia semakin enggan keluar dari rumah. Covid-19 atau Coronavirus Disease 2019, begitulah sebutan bagi virus yang bertamu ke daratan sebagai pandemik dan melahap beberapa nyawa manusia.

Upaya dilakukan pemerintah dari berbagai negara, seperti dengan mengimbau masyarakat untuk social distancing sampai memberlakukan lockdown di zona merah penyebaran wabah ini. Hal itu dilakukan demi nasib hidup manusia terhindar dari wabah penyakit yang mematikan tersebut.

Di Indonesia, social distancing sudah mulai direalisasikan oleh masyarakat walaupun sebagian dari mereka masih tak acuh dengan anjuran pemerintah tersebut. Nantinya, social distancing ini bisa melerai rantai penyebaran virus.

AYO BACA: Cara Salam Alternatif untuk Cegah Corona Sesuai Anjuran WHO

AYO BACA: Tangkal Covid-19 dengan Mengonsumsi Ubi Ungu

AYO BACA: Cara Buat Masker Anticorona Murah dan Ramah Lingkungan ala Dokter Taiwan

Begitu pun pendapat Rohman Hikmat (20), seorang Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Padjajaran yang juga merupakan Duta Baca Jawa Barat Tahun 2020, mengenai social distancing saat diwawancarai via WhatsApp pada Selasa (24/3/2020).

“Sangat membantu malah menurut aku, karena bisa jadi orang terpapar virus ini tidak terlihat gejalanya. Bisa jadi yang terlihat sehat sebenarnya ada virusnya, dan dia menularkan kepada orang di sekitar,” ujarnya.

Dalam wawancara tersebut, Rohman sebagai Duta Baca Jawa Barat memberikan informasi tentang peran buku selama social distancing berlaku.

AYO BACA: 8 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 Saat Keluar Rumah

AYO BACA: Corona Masuk ke Indonesia, Ini Doa Agar Terhindar dari Penyakit Berbahaya

AYO BACA: Cara Membuat Hand Sanitizer Sesuai Standar WHO untuk Cegah Corona

Buku Pemecah Rasa Bosan Selama Social Distancing

Dalam memerangi rasa jenuh selama social distancing, Rohman mengaku jika membaca buku bisa menjadi obat penghilang rasa bosan.

“Membaca buku merupakan cara efektif untuk menjadi obat bosan di kala social distancing. Cuma PR kita harus benar-benar menemukan satu buku yang membuat kita suka terhadap buku, agar kita ketagihan dalam membaca buku,” ujarnya.

Buku Dalam Bentuk Lain

Di tengah pergerakan menuju perpustakaan untuk sekadar meminjam buku cukup sulit, Rohman berpendapat jika ada beberapa alternatif cara agar anak muda tidak semakin jauh dari buku. Misalnya dengan memanfaatkan alternatif buku cetak seperti e-library, audio book atau penjelasan isi buku melalui video. “Selain itu, mungkin bisa dengan cara audio book atau menjelaskan isi buku melaui video pun bisa sebenarnya,” ujarnya.

AYO BACA: Bacaan Qunut Nazilah, Doa Menangkal Malapetaka

AYO BACA: [CEK FAKTA] Ini Bentuk Virus Corona Jika Diperbesar 2.600 Kali?

AYO BACA: 5 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 yang Keliru

Membaca Lebih Seru Selama Social Distancing ini

Menurut Rohman, minat membaca anak muda di daerah kota perlu ditingkatkan. Juga, minat baca di daerah kampung perlu ditumbuhkan dengan cara memfasilitasi mereka dengan penyediaan buku.

Dilansir dari  www.kominfo.go.id berdasarkan survei UNESCO, tingkat minat membaca masyarakat Indonesia memang masih berada pada angka 0,001%. Itu berarti perbandingannya adalah satu orang yang rajin membaca berbanding dengan seribu orang yang tidak rajin membaca.

Bukan karena tidak ada waktu untuk sekadar menyandarkan badan di kursi lalu membaca buku. Di saat masa social distancing akibat penyebaran Covid-19 ini, ditegaskan kembali oleh Rohman jika membaca buku bisa menjadi obat peredam kejenuhan selama di rumah.

AYO BACA: Nekat Resepsi Nikah di Tengah Corona Akan Dipenjara 1 Tahun?

AYO BACA: 5 Langkah Mencegah Virus Corona di Rumah

AYO BACA: [Konten Edukatif Corona] Apa yang Harus Disiapkan di Rumah Kalau Lockdown?

Dalam mengajak anak muda tetap produktif membaca buku selama di rumah, Rohman memberikan beberapa tip agar membaca buku bisa lebih seru.

Pertama, kenali genre buku yang disukai. Mengenali diri sendiri bisa menjadi sebuah jalan untuk mengetahui jenis buku apa yang disukai. Bagi Rohman, menyukai genre tertentu bisa menarik anak muda untuk menyukai bacaan. Kedua, cari buku yang menarik. “Temukan satu buku yang menarik, yang bikin kita suka akan genre di dalamnya,” ujarnya.

Ketiga, cari manfaat buku. Cara lain untuk menarik anak muda membaca buku, menurut Rohman adalah dengan mencari tahu manfaat dari buku tertentu. Setiap buku pastilah memiliki manfaat.  Keempat, berada di lingkungan yang tepat. “Berada di lingkungan orang yang suka membaca buku,” ujar Rohman.

***

Cicin Yulianti, Mahasiswa S1 Jurusan Jurnalistik Universitas Padjajaran. Kini bertempat tinggal di Bandung. Hobi membaca, menulis, dan fotografi.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Redaksi AyoBandung.Com

artikel lainnya

dewanpers