web analytics
  

Berdampak Buruk, WHO Larang Disinfektan Disemprotkan ke Tubuh!

Rabu, 1 April 2020 11:47 WIB M. Naufal Hafizh

[Ilustrasi] Cairan disinfektan. (Pixabay)

WHO peringatkan semua orang tidak menyemprotkan disinfektan ke tubuh karena dampaknya berbahaya.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – WHO Indonesia melarang semua orang menyemprot disinfektan ke tubuh karena dampaknya yang berbahaya. Hal itu disampaikan melalui akun Twitter resminya.

"#Indonesia, jangan menyemprot disinfektan langsung ke badan seseorang, karena hal ini bisa membahayakan. Gunakan disinfektan hanya pd permukaan benda-benda. Ayo #LawanCOVID19 dgn tepat!," tulis WHO Indonesia.

AYO BACA: Nekat Resepsi Nikah di Tengah Corona Akan Dipenjara 1 Tahun?

AYO BACA: 5 Langkah Mencegah Virus Corona di Rumah

AYO BACA: [Konten Edukatif Corona] Apa yang Harus Disiapkan di Rumah Kalau Lockdown?

Menurut WHO, menyemprot disinfektan, alkohol, atau klorin ke tubuh seseorang tidak akan membunuh virus yang sudah masuk ke dalam tubuh orang itu.

Semprotan atau bilik disinfektan justru akan membahayakan mata dan mulut seseorang jika terpapar. Karena itu, WHO menyarankan hanya menyemprotkan disinfektan ke permukaan padat atau benda-benda.

"Menyemprot bahan-bahan kimia seperti itu bisa membahayakan jika terkena pakaian atau selaput lendir (contoh: mata, mulut). Ingat, alkohol dan klorin bisa berguna sebagai disinfektan pada permukaan. Namun, harus digunakan sesuai dengan petunjuk penggunaannya," tulis WHO.

Sebelumnya, Ketua Tim Pakar Gugus Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito juga tidak sependapat dengan hal itu. Disinfektan yang disemprotkan langsung kulit dan tubuh manusia sangat berbahaya bagi kesehatan.

AYO BACA: Padanan Kata Lockdown, Corona, dan Social Distancing dalam Bahasa Indonesia

AYO BACA: 7 Situs Resmi untuk Pantau Perkembangan Virus Corona di Indonesia

AYO BACA: 5 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 Jika Terpaksa Keluar Rumah

"Penyemprotan disinfektan di ruang chamber atau langsung ke tubuh manusia tidak direkomendasi karena bahaya bagi kulit mulut dan mata timbulkan iritasi," ujar Prof Wiku di Graha BNPB, Jakarta Timur, Senin (30/3/2020).

Sebenarnya, cairan disinfektan memang efektif untuk membunuh kuman dan virus penyebab penyakit. Namun dilansir dari Himedik.com, cairan disinfektan mengandung senyawa kimia yang cukup kuat dan bisa menyebabkan efek samping pada kesehatan.

Penggunaan cairan disinfektan bisa menyebabkan keracunan pada anak-anak dan orang dewasa. Bahkan cairan disinfektan bisa menyebabkan asma bila digunakan jangka panjang dan dihirup lama.

AYO BACA: 8 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 Saat Keluar Rumah

AYO BACA: Corona Masuk ke Indonesia, Ini Doa Agar Terhindar dari Penyakit Berbahaya

AYO BACA: Cara Membuat Hand Sanitizer Sesuai Standar WHO untuk Cegah Corona

Semua hal itu bisa terjadi bila Anda tidak mengikuti instruksi pemakaian disinfektan yang benar. Bahaya paparan zat kimia dalam disinfektan juga bergantung pada beberapa faktor, seperti:

1. Produk termasuk aerosol, yaitu semprotan halus yang bisa terhirup ke paru-paru

2. Menguap dengan mudah dalam sirkulasi udara yang Anda hirup

3. Ketersediaan ventilasi dalam ruangan yang disemprot disinfektan

Karena itu, cairan disinfektan tidak disarankan langsung disemprotkan ke tubuh, terutama anak-anak. Cairan ini bisa membahayakan kesehatan ketika terhirup atau terpapar oleh kulit dan mata anak-anak.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers