web analytics
  

AMSI Jabar Dorong Pemerintah Segera Rapid Test Covid-19 Pihak yang Rawan

Rabu, 1 April 2020 09:30 WIB M. Naufal Hafizh

Petugas Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Jawa Barat mengambil sampel darah peserta rapid test Covid-19 di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (31/3/2020). (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jabar mendorong seluruh Pemerintah daerah kota atau kabupaten di Jawa Barat segera melaksanakan Rapid Test Covid-19, khususnya bagi awak media yang melakukan liputan pemerintahan dan penanganan Covid-19 di daerah bersangkutan.

Rapid test tersebut dilaksanakan untuk memastikan keselamatan dini para insan pers yang sampai saat ini masih konsisten memberitakan perkembangan penanganan Covid-19. Mengingat segi pekerjaannya yang “mobile” di lapangan dan sering berinteraksi dengan orang-orang, wartawan termasuk dalam kelompok rentan terpapar virus corona.

“Karena mobilitas dan interaksinya itu pula, wartawan bisa jadi korban sekaligus mediator efektif untuk penyebaran. Tak salah kalau tes terhadap wartawan dijadikan prioritas,” ujar Ketua AMSI Jabar Rahim Asyik dalam keterangan persnya, Selasa (31/3/2020).

AYO BACA: Berkumur dengan Air Garam dan Cuka Bisa Bunuh Corona Covid-19?

AYO BACA: Ini Saran Dokter Jika Ada Tamu Saat Pandemi Corona Covid-19

Dengan demikian, pemerintah daerah perlu membantu para insan pers memastikan keselamatan mereka. Walaupun tentunya perusahaan media yang lebih bertanggung jawab untuk memastikan keselamatan kerja mereka.

“Kenyataannya oleh karena rasa tanggung jawabnya, tak sedikit wartawan yang masih wara-wiri di lapangan dengan pengamanan minimal. Ini menjadi kekhawatiran bagi kami,” ujar Rahim setelah mengikuti Rapid Test Covid-19 bagi wartawan/jurnalis/awak media, di Halaman Gedung Sate, Selasa (31/3/2020).

Karena itu, selain mendorong pemerintah soal rapid test, AMSI Jabar kembali mengimbau para wartawan untuk lebih mengutamakan kesehatan dirinya, keluarga, dan lingkungan sekitarnya, ketimbang merisikokan dirinya terpapar corona.

AYO BACA: Cara Salam Alternatif untuk Cegah Corona Sesuai Anjuran WHO

AYO BACA: Tangkal Covid-19 dengan Mengonsumsi Ubi Ungu

AYO BACA: Cara Buat Masker Anticorona Murah dan Ramah Lingkungan ala Dokter Taiwan

Kemudian, perusahaan media diminta bisa memastikan kelengkapan fasilitas keselamatan dan kesehatan wartawan.

Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang melakukan Rapid Test Covid-19 kepada 20.000 masyarakat Jabar. Dalam pelaksanaannya, terdapat tiga kategori yang didahulukan, yaitu Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pemantauan (PDP), petugas rumah sakit, dan tenaga kesehatan.

Setelah itu, rapid test akan dilakukan kepada masyarakat yang profesinya rawan atau yang tidak bisa bekerja dari rumah. Salah satunya pekerja pers atau insan pers atau wartawan.

AYO BACA: 8 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 Saat Keluar Rumah

AYO BACA: Corona Masuk ke Indonesia, Ini Doa Agar Terhindar dari Penyakit Berbahaya

AYO BACA: Cara Membuat Hand Sanitizer Sesuai Standar WHO untuk Cegah Corona

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers