web analytics
  

Geridra Sebut Pemerintah Belum Transparan Soal Penanganan Corona

Selasa, 31 Maret 2020 11:21 WIB
Umum - Nasional, Geridra Sebut Pemerintah Belum Transparan Soal Penanganan Corona, virus corona, virus corona cina, virus di cina, penyakit menular di cina, bandara husein sastranegara, Wuhan, corona di indonesia, gerindra

Sekretaris Fraksi Gerindra di DPR RI Desmond Mahesa. (Republika)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Sekretaris Fraksi Gerindra di DPR RI Desmond Mahesa menilai pemerintah belum transparan dalam penanganan wabah Covid-19. Hal ini, menurutnya, bakal menyulitkan langkah terutama dalam penganggaran.

"Yang lebih tidak jelas lagi adalah pola penanganannya. Sampai kapan kita tidak bisa tahu, apa kita bisa tangani, berapa duit yang harus kita habiskan dalam proses penanganan ini. Inilah yang sebenarnya harus transparan yang dilakukan pemerintah," kata Desmond saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (31/3/2020).

AYO BACA : Pesawat Jatuh di Filipina Tewaskan 8 Orang, Ini Klarifikasi Lion Air

Menurut Desmond, yang menjadi permasalahan di DPR RI saat ini adalah adalah kejelasan pemerintah tentang kebutuhan anggaran dari segala aspek dalam penanganan Covid-19 ini.

"Ini yang harus dijelaskan, persoalannya hari ini berapa paramedis yang dibutuhkan dalam konteks real pertumbuhan orang yang kena ini. Realokasi ini kan bicara soal Anggaran, tapi kejelasan kebutuhan realokasi anggaran juga pemerintah hari ini belum transparan gitu loh," ujar ketua DPP Gerindra ini.

AYO BACA : Menengok Karantina Nasional di India

Desmond menyatakan, Gerindra siap mendukung usulan realokasi APBN yang belakangan muncul sebagai salah satu langkah penanganan Covid-19. Namun, ia menegaskan, pemerintah harus terlebih dahulu jelas dalam menunjukkan program dan langkahnya dalam menangani Covid-19.

"Ini tentu kita akan dukung, tapi transparan, iya dong agar semua rakyat tahu dan mendukung kebijakan yang dilakukan DPR dalam rangka penanganan ini," kata wakil ketua Komisi III DPR RI ini.

"Realokasi itu, kami akan mendukung apapun kalau itu dalam rangka penanganan covid 19 ini. Jangan sampai ada perubahan perundang-undangan yang diubah lewat Perppu, tapi Perppu itu tidak jelas untuk Covid-19 ini," katanya kembali menambahkan.

AYO BACA : bank bjb Dukung Stimulasi Perekonomian Melalui Restrukturisasi Kredit

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

Kasus Covid-19 di Indonesia Naik 11.788 per 24 Januari 2021

Nasional Minggu, 24 Januari 2021 | 22:08 WIB

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ada penambahan sebanyak 11.788 kasus terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia, Ming...

Umum - Nasional, Kasus Covid-19 di Indonesia Naik 11.788 per 24 Januari 2021, Update Corona Covid-19 Indonesia,Kasus Harian Covid-19 Indonesia,COVID-19

Doni Monardo Duga Dirinya Terpapar Covid-19 Saat Makan

Nasional Minggu, 24 Januari 2021 | 15:52 WIB

Dia menyerukan kepada masyarakat untuk sementara menghindari acara makan bersama guna mencegah penularan.

Umum - Nasional, Doni Monardo Duga Dirinya Terpapar Covid-19 Saat Makan, Doni Monardo positif Covid-19,Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo,Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo,Doni Monardo

Dirut Batik Air Achmad Luthfie Meninggal Dunia

Nasional Minggu, 24 Januari 2021 | 08:41 WIB

Kabar duka datang dari dunia penerbangan nasional. Direktur Utama Batik Air Captain Achmad Luthfie meninggal dunia, Sabt...

Umum - Nasional, Dirut Batik Air Achmad Luthfie Meninggal Dunia, Dirut Batik Air meninggal,Dirut Batik Air Achmad Luthfie meninggal,Achmad Luthfie meninggal,Achmad Luthfie,Batik Air

BNPB: 197 Bencana Landa Indonesia dalam 23 Hari

Nasional Minggu, 24 Januari 2021 | 08:30 WIB

Mayoritas bencana tersebut merupakan bencana hidrometeorologi atau bencana yang terjadi sebagai dampak dari fenomena met...

Umum - Nasional,  BNPB: 197 Bencana Landa Indonesia dalam 23 Hari, Bencana alam Indonesia 2021,BMKG,BNPB,bencana alam 2021,bencana hidrometeorologi

Ratusan Nakes Ini Batal Divaksin Karena Punya Diabetes dan Hipertensi

Nasional Sabtu, 23 Januari 2021 | 19:07 WIB

Ratusan tenaga kesehatan yang sudah didaftar batal divaksin karena punya riwayat penyakit turunan

Umum - Nasional, Ratusan Nakes Ini Batal Divaksin Karena Punya Diabetes dan Hipertensi, Vaksinasi,Tenaga Kesehatan Positif Covid-19,Vaksin Covid-19,Jadwal Vaksin Covid-19

Bulan Depan, Bio Farma Produksi 4 Juta Vaksin Covid-19

Nasional Sabtu, 23 Januari 2021 | 15:14 WIB

Setelah menerima 15 juta dosis bulk vaksin Covid-19 dari Sinovac, pada 12 Januari 2021 yang lalu, Bio Farma siap untuk m...

Umum - Nasional, Bulan Depan, Bio Farma Produksi 4 Juta Vaksin Covid-19, vaksin corona,Vaksin Covid-19,Vaksin Biofarma,Biofarma,Vaksin Covid-19 Biofarma

Hore! BLT BPJS Ketenagakerjaan Cair, Tinggal Menunggu Waktu

Nasional Sabtu, 23 Januari 2021 | 14:29 WIB

Pencairan BLT BPJS Ketenagakerjaan sudah ditunggu-tunggu. Tapi ada beberapa di antara calon penerima yang akhirnya tidak...

Umum - Nasional, Hore! BLT BPJS Ketenagakerjaan Cair, Tinggal Menunggu Waktu , BLT BPJS Ketenagakerjaan,kapan blt bpjs ketenagakerjaan 2021 cair,blt bpjs ketenagakerjaan 2021,Jadwal Pencairan BLT BPJS Ketenagakerjaan,BLT BPJS Ketenagakerjaan Termin 3,blt pekerja formal,update blt pekerja,bantuan subsidi gaji,kemnaker.go.id

Dorong Ekonomi Kerakyatan, NU Luncurkan Nahdlyin Smartbox

Nasional Sabtu, 23 Januari 2021 | 10:25 WIB

Nahdlatul Ulama (NU) mendorong program pemerintah untuk membangun ekonomi kerakyatan serta mencetak usahawan baru dari...

Umum - Nasional, Dorong Ekonomi Kerakyatan, NU Luncurkan Nahdlyin Smartbox, Nahdlatul Ulama (NU),Nahdlyin Smartbox

artikel terkait

dewanpers