web analytics
  

Semprot Disinfektan di Luar Ruangan Berdampak terhadap Kesehatan?

Senin, 30 Maret 2020 16:26 WIB

Seorang petugas dari PMI Kota Bandung melakukan penyemprotan cairan disinfektan di Masjid Al-Ukhuwwah, Jalan Wastukancana, Kota Bandung, Kamis (19/3/2020). (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Menyemprotkan cairan disinfektan dianggap ampuh meminimalisasi rantai penyebaran virus corona Covid-19, namun adakah efek samping?

Dilansir dari Sciencema.org, seorang ilmuwan kesehatan lingkungan di Emory University Juan Leon mengatakan, disinfektan rumah tangga biasa, termasuk sabun atau larutan pemutih yang diencerkan, dapat menonaktifkan virus corona pada permukaan dalam ruangan.

AYO BACA: Bagaimana Corona Covid-19 Menyebar, Benarkah Melalui Jaringan 5G?

AYO BACA: Lebih Baik Mana, Cuci Tangan dengan Air atau Hand Sanitizer?

"Virus corona adalah virus yang diselimuti dengan lapisan lemak pelindung," kata Leon. Disinfektan merobek lapisan lemak itu dan membuat virus corona ‘cukup lemah’ dibandingkan dengan norovirus dan virus umum lainnya yang memiliki cangkang protein lebih kuat.

Namun, bagaimana dengan menyemprot disinfektan di area luar ruangan? Menurut berbagai laporan berita lokal termasuk Shanghai dan Gwangju, Korea Selatan, disinfektan paling umum digunakan untuk luar ruangan adalah larutan encer natrium hipoklorit atau produk pemutih rumah tangga.

Namun tidak jelas apakah pemutih dapat merusak virus corona di luar ruangan. Hal ini karena pemutih sendiri rusak di bawah sinar ultraviolet (UV). Kemudian, kata Leon, sinar UV tampaknya juga menghancurkan virus corona.

AYO BACA: Berkumur dengan Air Garam dan Cuka Bisa Bunuh Corona Covid-19?

AYO BACA: Ini Saran Dokter Jika Ada Tamu Saat Pandemi Corona Covid-19

Di sisi lain, mungkin ada efek samping bila desinfeksi menyebar luas dengan pemutih, kata Julia Silva Sobolik, seorang mahasiswa pascasarjana di laboratorium Leon.

"Pemutih sangat mengiritasi selaput lendir," kata Sobolik. Itu berarti orang yang terpapar disinfektan yang disemprotkan, terutama pekerja yang menyemprotkannya, berisiko mengalami masalah pernapasan.

Sobolik mencatat, penelitian pada Oktober 2019 di JAMA Network Open menemukan bahwa perawat yang secara teratur menggunakan disinfektan untuk membersihkan permukaan berisiko lebih tinggi terkena penyakit paru obstruktif kronik.

AYO BACA: Cara Salam Alternatif untuk Cegah Corona Sesuai Anjuran WHO

AYO BACA: Tangkal Covid-19 dengan Mengonsumsi Ubi Ungu

AYO BACA: Cara Buat Masker Anticorona Murah dan Ramah Lingkungan ala Dokter Taiwan

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers