web analytics
  

Hutan yang Rusak Dinilai Jadi Penyebab Banjir Bandang di KBB

Minggu, 29 Maret 2020 13:46 WIB Adi Ginanjar Maulana
Bandung Raya - Bandung, Hutan yang Rusak Dinilai Jadi Penyebab Banjir Bandang di KBB, banjir bandung barat, banjir kbb, banjir gununghalu, banjir gunung halu,

Banjir Bandang di Kabupaten Bandung Barat. (Ayobandung.com/Tri Junari)

GUNUNG HALU, AYOBANDUNG.COM -- Banjir bandang terjadi di Sungai Cidadap, Kabupaten Bandung Barat pada Kamis (26/3/2020). Banjir bandang ini dinilai sebagai bencana alam terbesar yang dialami masyarakat Gunung Halu dan sekitarnya yang diduga akibat kerusakan kawasan hutan di sekitar DAS Cidadap.

“Banjir bandang tahun ini memang yang terbesar, tetapi daya rusaknya rendah. Hal ini dikarenakan banjirnya tidak membawa material kayu besar seperti tahun sebelumnya,” papar David Riksa Buana, Ketua LSM Trapawana Jawa Barat, dalam keterangan resmi diterima Ayobandung.com, Minggu (29/3/2020).

Namun, David menjelaskan, untuk mencari akar permasalahan dan penyebab dari banjir yang pasti belum dibuat rencana kerja tindak lanjut (RKTL). Hal ini, lanjutnya, karena sudah tiga kali berturut-turut terjadi.

AYO BACA : 6 Desa di KBB Diterjang Banjir Bandang

“Semoga pihak terkait dapat melihat pentingnya mencari akar permasalahan terjadinya banjir bandang ini, agar dapat ditemukan solusi terbaik untuk pencegahan terulangnya bencana yang serupa di kemudian hari," kata David.

Bencana ini menyebabkan berbagai kerugian bagi masyarakat Gunung Halu. Dua jembatan hanyut sehingga menghambat akses transportasi warga. Bangunan sebuah pesantren terendam sehingga para santri terjebak di dalamnya. Sekitar 150 rumah warga terendam dan sekitar 1.000 orang warga terdampak bencana ini.

Wilayah terdampak tersebar di sepanjang Sungai Cidadap meliputi Kampung Marega, Desa Mekarwangi, Kecamatan Sindangkerta; Kampung Sadatar, Tangsijaya, Cipayung, Leuwi Larangan, Desa Gunung Halu, Kecamatan Gunung Halu.

AYO BACA : Pandemi Corona, Pemda Bandung Barat Siapkan Rp14 Miliar

“Sawah rusak, Desa Bunijaya, Desa  Sindangjaya Kecamatan Gunung Halu dan di Desa Cibedug, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga,” ungkap David.

Warga terdampak mengaku kehilangan harta benda di dalam rumah karena hanyut dibawa arus air yang datang tiba-tiba. Puluhan hektare lahan sawah ikut terendam sehingga gagal panen. Selain itu ternak warga yang berada di dalam belasan kandang pun terseret banjir bandang ini.

“Sampat saat ini, baru 23 KK yang sudah mendapatkan bantuan, 18 KK korban banjir bandang dan 5 KK korban longsor,” jelasnya.

Saat ini korban terdampak banjir sangat membutuhkan bantuan berbagai pihak berupa sembako, alat bantu pembersihan, rehabilitasi dan pembangunan jembatan yang rusak, serta bantuan bibit tanaman konservasi untuk bantaran sungai.

AYO BACA : Terpapar Covid-19, 1 Warga Bandung Barat Meninggal Dunia

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel terkait

dewanpers