web analytics
  

Dosen ITB Buat dan Bagikan 200 Liter Hand Sanitizer ke Rumah Sakit

Sabtu, 28 Maret 2020 14:08 WIB Nur Khansa Ranawati

Dosen muda ITB membuat 200 liter hand sanitizer yang akan dibagikan ke rumah sakit yang membutuhkan.

BANDUNG. AYOBANDUNG.COM -- Sejumlah dosen muda Institut Teknologi Bandung (ITB) menginisiasi pembuatan 200 liter hand sanitizer yang akan dibagikan gratis ke Rumah Sakit di Jawa Barat. Hal ini dilakukan untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

Direktur Badan Pengelola Usaha dan Dana Lestari (BPUDL) ITB, Deddy Koesrindartoto menyebutkan, tingginya kebutuhan cairan pembersih tangan diiringi dengan kelangkaan barang tersebut di pasaran membuat pihaknya tergerak melakukan produksi sendiri. Namun, hal ini juga sempat menemui kendala, yakni sulitnya menemukan alkohol.

“Kami berpikir apa yang paling dibutuhkan saat ini, salah satunya adalah hand sanitizer. Banyak orang membutuhkan hand sanitizer tapi sulit ditemukan. Kalaupun ada, harganya mahal,” ujarnya di Bandung, Jumat (27/3/2020).

“Yang mau beli (alkohol) juga antre. Begitu datang langsung habis karena yang mau beli banyak. Jadi harus cepat-cepat,” tambahnya.

Namun, dia mengatakan, hal tersebut berhasil dibantu oleh sejumlah kolega alumi Sekolah Farmasi ITB. Proses pembuatan hand sanitizer melibatkan 3 sekolah di ITB, yakni Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) , Sekolah Farmasi (SF) dan Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayatai (SITH).

Seluruh relawan berkumpul di kantin MBA ITB dan bekerja sama memproduksi hand sanitizer selama 3 jam. Nantinya, 200 liter hand sanitizer tersebut akan dibagikan ke sejumlah puskesmas dan Rumah Sakit masing-masing sebanyak 5 liter.

"Rumah sakit dipilih karena tempat tersebut yang paling membutuhkan saat ini. Masyarakat yang tinggal di rumah bisa mencuci tangan dengan sabun. Apalagi ada beberapa laporan, hand sanitizer di Rumah Sakit hilang dicuri," ungkapnya.

Deddy mengatakan, sejumlah Rumah Sakit yang sudah menerima hand sanitizer tersebut di antaranya adalah RSHS, RSGM Unpad, RS Muhammadiyah, Labkesda, dan RS Hasna Media Cirebon. Bila kebutuhan terus meningkat, dia mengatakan,pihaknya aka berupaya melakukan produksi ulang.

“Tentunya donasi sebanyak 5 liter jauh dari jumlah yang dibutuhkan. Kami akan terus berkoordinasi dengan teman-teman di faskes-faskes tersebut, dan jika dirasakan kebutuhannya meningkat, tim kami dengan senang hati akan memproduksi ulang sesuai kebutuhan dan kapasitas produksi kami," ungkapnya.

Selain pembuatan hand sanitizer, pihaknya juga sudah menyiapkan sejumlah program lain untuk membantu pencegahan penyebaran Covid-19. Dia juga mengatakan akan membuka diri untuk kolaborasi dari rumah.

“Semangat kami ingin membantu. Mari berbuat sesuatu agar (Covid-19) cepat teratasi,” tuturnya.

Editor: Andres Fatubun

artikel lainnya

dewanpers