web analytics
  

Jangan Lupakan Hari Teater Sedunia

Jumat, 27 Maret 2020 08:00 WIB Netizen Ismayati Akmaliya
Netizen, Jangan Lupakan Hari Teater Sedunia, teater, sejarah teater, hari teater sedunia,

Pementasan Teater ‘Panji Koming’ oleh siswa teater di SMKN 10 Bandung, (24/4/2018). (Foto oleh Ismayati Akmaliya)

AYOBANDUNG.COM -- Ada satu hari pada setiap tahunnya yang selalu ditunggu-tunggu oleh sejumlah orang tertentu untuk diperingati dan dimaknai secara bersama-sama. Seperti peringatan Hari Teater Sedunia yang jatuh setiap 27 Maret.

Hari Teater Sedunia atau World Theatre Day dicetuskan pertama kali oleh International teater Institute (ITI)  pada 27 maret 1961. ITI yang berada di bawah naungan UNESCO, merupakan organisasi Seni Teater terbesar di Dunia yang berpusat di Paris.

Kemudian pada 27 Maret 1962, sosialisasi Hari Teater Sedunia telah dimulai ke seluruh penjuru Dunia, dengan tujuan membawa pesan perdamaian dunia yang dapat disampaikan sejak saat itu. Diyakini juga jika teater bisa menggerakan, menginspirasi, dan mengenalkan kepada banyak orang bahwa teater telah mengajarkan sebuah seni dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh seni lain. Begitulah pendapat Dirjen UNESCO, Irina Bokova, pada saat itu.

Terhitung sejak 2014, perayaan Hari Teater Sedunia (Hatedu) di Indonesia di gelar dengan meriah. Banyak kelompok teater yang menggelar pementasan untuk ikut merayakan Hatedu. Peringatan Hatedu tidak pernah redup di Indonesia, karena melalui Hatedu, Seni Teater dapat terus dilestarikan dan turut mengapresiasi keahlian para Aktor Teater dalam membawakan lakon yang dibawanya.

Bagi masyarakat Indonesia kehadiran pentas Seni Teater bukanlah hal baru. Bahkan masa perintisan teater di Indonesia telah dimulai sejak abad ke 18 dan telah mengalami perkembangan pesat dari waktu ke waktu. Secara tidak langsung, kegiatan Teater dapat ditemui dalam berbagai kesempatan, seperti ujian drama ketika masih sekolah menengah, aksi teatrikal yang dilakukan oleh kelompok tertentu, hingga pementasan Kabaret.

Hingga saat ini banyak sekali kegiatan teater yang menjamur di mana-mana khususnya di Bandung, mulai dari tingkat Sekolah Menengah, Perguruan Tinggi hingga Kelompok Umum Teater. Seperti Jurusan Seni Teater di SMKN 10 Bandung dan Institut Seni Indonesia (ISBI), Teater Awal, Teater Pena, Teater Payung Hitam, UKM Lisma Unpas, UKM Kabayan Polban dan masih banyak lagi.

Semoga para pelaku Teater dapat terus berjuang melakukan inovasi dalam menyajikan pementasan Teater. Agar pesan yang ingin disampaikan dapat tersampaikan dengan baik. Karena di mana pun Teater berada, selalu ada penikmat setia di depannya.

Selamat Hari Teater Sedunia.

***

Ismayati Akmaliya, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Jurnalistik UIN Bandung.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Redaksi AyoBandung.Com

artikel terkait

dewanpers