web analytics
  

Dampak Buruk Penutupan Mal di Bandung bagi Karyawan Toko

Jumat, 27 Maret 2020 16:15 WIB Vina Elvira
Bandung Raya - Bandung, Dampak Buruk Penutupan Mal di Bandung bagi Karyawan Toko, Mal, pvj, bec, mall tutup,

Suasana area Bandung Inda Plaza (BIP) yang berlokasi di Jalan Merdeka, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Kamis (19/3/2020). (Ayobandung.com/Vina Elvira)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – Operasional sejumlah mal di Kota Bandung ditutup sementara guna mendukung kebijakan pemerintah untuk memutus rantai penyebaran virus corona Covid-19. Penutupan operasional tersebut serentak dilakukan pada minggu keempat April.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jabar Arman Hermawan mengungkapkan, penghentian sementara operasional mal tersebut berdampak buruk bagi pengelolaan mal dan upah karyawan serta staf toko yang bekerja di dalamnya.

"Dengan tidak beroperasi, maka banyak biaya yang mesti ditanggung. Gaji karyawan, terus pengelolaan mal. Itu kan mesti digaji. Buruh upah kan harus dibayar juga, ini kan duitnya dari mana? Income-nya kan gak ada," ujar Arman kepada Ayobandung.com, Kamis (25/3/2020).

Arman mengatakan, penutupan operasional mal juga bisa menjadi mimpi buruk bagi para pegawai, khususnya pegawai harian. Ketika dirumahkan, ada kemungkinan mereka tidak akan menerima upah atau gaji.

"Iya karena kan kerja ada upah harian ada upah mingguan, ada yang bulanan. Nah ini kalau ditutup otomatis kan malnya gak beroperasi, mereka dirumahkan. Dirumahkan mereka bisa saja gak dapet upah," tutur Arman.

Keadaan saat ini, kata dia, menjadi beban berat bagi para pengusaha maupun pemilik toko-toko di mal. Selama ini mereka bergantung terhadap pendapatan dari penjualan produk.

Ke depannya Arman berharap wabah virus corona bisa segera berlalu. Setiap mal pun dapat beroperasi kembali. 

"Malnya bisa beroperasi seperti biasa, pengunjungnya kembai normal sehingga bisa recovery-lah, omzetnya bisa kekejar kembali," tuturnya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers