web analytics
  

Pasien Covid-19 Kabupaten Cirebon Berpeluang Sehat

Jumat, 27 Maret 2020 11:41 WIB Erika Lia

Ilustrasi (Pixabay)

CIREBON, AYOBANDUNG.COM -- Pasien Covid-19 dari Kabupaten Cirebon yang diisolasi di RSD Gunung Jati, Kota Cirebon, berpeluang sehat.

Sebagaimana diketahui, seorang warga Kabupaten Cirebon dinyatakan positif Covid-19. Pasien itu dirawat di RSD Gunung Jati sebagai rumah sakit rujukan penanganan Covid-19.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Nanang Ruhyana mengungkapkan, pasien bersangkutan kini sudah tampak sehat.

"Secara fisik, (pasien) sudah baik (kesehatannya). Tapi, sampai sekarang masih dirawat di RSD Gunung Jati," ungkapnya kepada Ayocirebon.com, Jumat (27/3/2020).

Meski sudah tampak sehat, pasien bersangkutan belum dapat dipulangkan sebab hasil laboratorium atas pemeriksaan swap ulang atas dirinya belum keluar.

Nanang menyebutkan, pasien Covid-19 harus menjalani dua kali pemeriksaan swap. Pada swap pertama, hasil lab menunjukkan dirinya positif.

Tenaga medis kembali melakukan pemeriksaan swap untuk kedua kalinya. Pada pemeriksaan kedua kali ini, pihak rumah sakit belum menerima hasil lab.

"Sejauh ini masih dianggap sebagai pasien Covid-19 karena hasil lab pertama positif. Tapi, kalau kondisinya membaik bisa saja negatif dan akhirnya sembuh," kata Nanang yang juga juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon.

Dia memastikan, sejak mewabahnya virus corona penyebab Covid-19 sampai kini, hanya satu pasien positif di Kabupaten Cirebon.

Sampai 27 Maret 2020 ini, total 126 orang tercatat sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (PDP) di Kabupaten Cirebon.

Dari jumlah itu, 23 orang di antaranya berstatus PDP. Sementara 103 orang lainnya berstatus ODP.

Dalam penanganan PDP, tiga pasien di antaranya dinyatakan sudah selesai dan sehat. Sementara, 20 pasien sisanya masih dalam pengawasan.

Ke-23 PDP itu sendiri terdiri dari 16 perempuan dan tujuh laki-laki. Satu orang tercatat sebagai WNA. 

Dari 23 PDP, lima orang di antaranya merupakan balita. Sedangkan, pasien terbanyak diketahui berusia 30-39 tahun sejumlah enam orang.

Sementara itu, dari total 103 ODP tersisa 33 orang yang masih dalam pemantauan. Tujuh puluh orang di antaranya dinyatakan telah selesai dipantau dan sehat.

Berbeda dengan PDP, ODP didominasi laki-laki sejumlah 64 orang dan 39 orang di antaranya perempuan. Selain 101 WNI, dua orang terdata sebagai WNA.

Dari 103 ODP, empat orang merupakan balita. ODP terbanyak sendiri berusia 20-29 tahun sejumlah 44 orang, diikuti usia 30-39 tahun sejumlah 25 orang, dan usia 40-49 tahun sejumlah 17 orang.

Juru bicara Gugus juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon sekaligus Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Cirebon, Iwan Ridwan Hardiawan menyebutkan, setidaknya tercatat lima rumah sakit yang mengisolasi PDP asal Kabupaten Cirebon.

Dari 20 PDP, empat pasien dirawat di ruang isolasi di dua rumah sakit Kota Cirebon, masing-masing tiga orang di RSD Gunung Jati dan satu orang di RS Pelabuhan

"Sementara, 11 pasien diisolasi di RSUD Waled, dua orang di RSUD Arjawinangun, dan tiga orang di RS Mitra Plumbon," tuturnya.

 

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers