web analytics
  

Cara Atasi Kulit Kering Akibat Sering Cuci Tangan di Tengah Corona

Kamis, 26 Maret 2020 13:50 WIB

[Ilustrasi] Kulit kering karena sering cuci tangan. (Pixabay)

MELBOURNE, AYOBANDUNG.COM – Terlalu sering mencuci tangan di tengah pandemi Corona Covid-19 membuat tangan kering. Bahkan bagi beberapa orang, akan muncul bercak-bercak putih di tangan.

Dilansir di laman abc.net.au, ahli dari Dermatology Institute of Victoria, dr Greg Goodman, mengatakan, terlalu sering mencuci tangan dengan sabun dapat mendatangkan efek kering karena menghilangkan beberapa lemak alami di kulit.

"Kulit Anda terdiri dari sel-sel kulit pipih, dan kuat yang disatukan oleh zat berlemak, mortar," kata dia.

Mencuci tangan menggunakan sabun berulang kali memengaruhi lemak di kulit. Sabun bisa menghilangkan lemak dan membuat kulit mengering.

Mencuci tangan menggunakan sabun cair dan batang sama-sama memberi efek tersebut. Namun hal ini tergantung kandungan yang ada di dalam sabun.

Dr Goodman menyebut, sabun adalah kombinasi antara garam dan asam lemak. Kombinasi itu dapat menghilangkan lapisan asam pelindung kulit. Jika Anda memiliki keluhan kulit seperti eksim dan merasa sabun biasa berefek keras pada kulit, berkonsultasilah dengan ahli medis terkait alternatif sabun yang bisa digunakan.

Perwakilan Skin and Cancer Foundation Inc di Melbourne, Profesor Rosemary Nixon, mengatakan, sabun cair dan batangan memiliki fungsi membersihkan yang sama untuk jenis kulit normal. Namun, dia menyarankan berhati-hati dengan penggunaan sabun cair. "Ada banyak alergen potensial dalam sabun cair," ujarnya.

Sabun cair cenderung memiliki wewangian dan pengawet di dalamnya. Semakin banyak kandungan tersebut, semakin besar potensi bagi Anda untuk bereaksi terhadap sesuatu.

Jika tidak dapat mencuci tangan dengan sabun dan air, menggunakan hand sanitizer tangan dapat membantu membunuh virus tersebut di kulit. Dr Nixon mengatakan hand sanitizer sangat berguna untuk mengurangi tingkat infeksi di tempat-tempat seperti rumah sakit.

Apabila Anda memiliki kulit normal, hand sanitizer bisa lebih lembut dibandingkan berulang kali menggunakan sabun dan air.

"Kami menemukan secara keseluruhan dengan meluasnya penggunaan hand sanitizer adalah berkurangnya dermatitis kontak pada petugas layanan kesehatan kami," kata dia.

Sebaliknya, jika Anda memiliki kulit sensitif atau kulit rusak, hand sanitizer tersebut bisa lebih mengiritasi dibandingkan sabun. Apalagi jika sudah ditambahkan wewangian dan pewarna.

Mengoleskan pelembap ke tangan dapat membantu menjaga kulit. Dia pun merekomendasikan untuk menggunakan pelembap ringan sepanjang hari jika tangan kering atau iritasi.

Anda bisa menggunakan krim atau salep pada malam hari untuk memberikan tangan waktu untuk memperbaiki diri.

"Jangan memilih yang wangi dan minyak esensial karena itu adalah hal-hal ekstra yang dapat menyebabkan alergi," kata dr Nixon.

Untuk menghindari kontaminasi tangan Anda dengan virus Corona, maka untuk sementara sebaiknya jangan berbagi pelembap dengan orang lain.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers