web analytics
  

7 Ibunda Presiden Indonesia

Kamis, 26 Maret 2020 12:08 WIB Andres Fatubun

Soekarno ketika minta restu dari sang ibu, Ida Ayu Nyoman Rai. Foto diambil dari buku Ibu Indonesia dalam Kenangan

BANDUNG, AYOBANDUNG. COM -- Ibunda Presiden Joko Widodo, Sujiatmi Notomiharjo, meninggal dunia di Solo pada Rabu (25/3) sekitar pukul 16.45 WIB.

Sujiatmi meninggal di usia 77 tahun di RS Slamet Riyadi

7-suji
Sujiatmi Notomiharjo. (@jokowi)

Ibunda presiden ketujuh Indonesia ini lahir di Boyolali pada 15 Februari 1943. Ia kemudian menikah dengan Widjianto dan dikaruniai empat orang anak.  

Jokowi merupakan anak pertama dan satu-satunya pria. Tiga anak lainnya adalah Iit Sriyantini, Titik Relawati,  dan Ida Yati. 

Bersama suaminya, Sujiatmi merupakan pedagang kayu yang kemudian diteruskan oleh Jokowi menjadi bisnis furniture sebelum ia akhirnya menjabat Wali Kota Solo.

Sujiatmi dikebumikan di pemakaman keluarga di Karanganyar pada 26 Maret 2020.

Selain Sujiatmi, berikut adalah enam ibunda presiden Indonesia lebih dulu menghadap Ilahi. 

1. Ida Ayu Nyoman Rai
Ida Ayu Nyoman Rai adalah ibunda presiden pertama Indonesia, Soekarno. Nyoman Rai lahir pada 1881 dan meninggal 12 September 1958.

1-Dr-Arya-Wedakarna
Bung Karno dan Ibunda, Nyoman Rai Srimben keturunan leluhur Brahmana Pasek Bale Agung Buleleng. (Dr. Arya Wedakarna)

Dia menikah pada tahun 1897 dengan seorang guru dari tanah Jawa bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo. Keduanya dikaruniai dua orang anak Raden Soekarmini dan Sukarno.

Nyoman Rai dimakamkan berdampingan dengan suaminya. Putranya, Sukarno, yang wafat pada 21 Juni 1970 pun dimakamkan berdekatan dengan ibunya. 

2. Sukirah
Presiden Indonesia kedua, Soeharto, yang memimpin Indonesia selama 32 tahun lahir dari rahim seorang perempuan bernama Sukirah.

2-perpusnas-go-id
Lukisan Sukirah, ibunda Soeharto. (koleksi online perpusnas) 

Tidak diketahui secara jelas kapan Sukirah dilahirkan. Namun menurut sumber kepustakaan presiden, Sukirah lahir pada 1903 di Desa Kemusuk daerah Argomulyo-Godean Yogyakarta.

Di usia 16 tahun, Sukirah menikah dengan seorang duda bernama Kertosudiro.

Disitat dari laman soeharto.co, hubungan Sukirah dengan suaminya tak berjalan mulus. Mereka memutuskan untuk bercerai saat Soeharto masih kecil. 

Beberapa tahun kemudian, Sukirah menikah lagi dengan seseorang yang bernama Atmopawiro. Pernikahannya ini melahirkan tujuh orang anak, salah satunya adalah Probosutedjo.

Sukirah meninggal pada 1946 dan dimakamkan di tempat kelahirannnya.

3. R.A. Tuti Marini Puspowardojo
Pengganti Soehato adalah BJ Habibie yang memerintah Indonesia hanya selama 2 bulan 7 hari. Ibunda presiden ketiga Indonesia BJ Habibie bernama Tuti Marini yang lahir dengan nama Toeti Saptorini.

3-Tuti-Marini
Ibunda BJ Habibie. (koleksi online perpusnas) 

Tuti lahir di Yogyakarta pada 10 Nopember 1911. Orang tuanya adalah seorang terpelajar dari keluarga bangsawan. Ayahnya R. Poespowardoyo dan ibunya Rr. Goemoek. 

Tuti dibesarkan dalam tradisi intelektual yang ditanamkan oleh orang tuanya sejak dini.

Saat dia mengenyam pendidikan di HBS atau Hogere Burger School, Tuti berkenalan dengan seorang pemuda dari Gorontalo bernama Alwi Abdul Jalil Habibie. Alwi saat itu tengah menempuh pendidikan di Sekolah Pertanian Bogor.

Setelah Alwi menyelesaikan studinya, ia melamar Tuti dan menikahinya kemudian pindah ke Pare-Pare. Keduanya memiliki sembilan orang anak, namun salah satunya meninggal saat berusia setahun.

Tuti meninggal di Bandung pada tanggal 24 Juni 1990. Sebelumnya ia dirawat di RS Mounth Elizabeth Singapura untuk menjalani operasi bypass jantung.

Ia dimakamkan di TPU Tanah Kusir berdampingan dengan makam almarhum suaminya Alwi yang telah dipindahkan dari Ujung Pandang.

4. Solichah
Solichah atau Nyai Solichah merupakan ibunda presiden Indonesia keempat Abdurrahman Wahid atau Gusdur. Nyai Solichah lahir pada 11 Oktober 1922 di desa Denanyar.

4-gayatriwedotami
Solichah Wahid Hasyim. (gayatriwedotami)

Dalam catatan Gus Dur yang berjudul "Seribu Jilid Makna Jejak Ibu", ibunya adalah putri pendiri NU, KH Bisri Sansoeri. Solichah menikah dengan Gus Abdurrahim dalam usianya yang baru 14 tahun. 

Namun sayang, sang suami meninggal dalam usia pernikahan yang masih muda.

Dalam artikel "Sang Ibu Gus Dur yang Istimewa" yang diterbitkan Laduni, Nyai Solichah kemudian menikah lagi pada tahun 1936 dengan seorang cendikiawan bernama KH Wahid Hasyim. Keduanya kemudian pindah dari Denanyar ke Tebuireng.

Dari KH Wahid Hasyim, Nyai Solichah mendapatkan enam orang anak dan Gus Dur merupakan anak sulung  

Pada 1944, Nyai Solichah kemudian pindah ke Jakarta mengikuti tugas suaminya yang aktif dalam kegiatan NU dan pemerintahan. 

Malang menimpa kembali Nyai Solichah, sang suami KH Wahid Hasyim meninggal dalam kecelakaan di Cimahi pada 1953. Nyai Solichah kemudian didesak keluarga besarnya untuk kembali ke Jombang, namun ia bersikukuh untuk tetap di Jakarta.

Selama di Jakarta, Nyai Solichah aktif dalam kegiatan organisasi dan keagamaan, bahkan rumahnya di kawasan Taman Amir Hamzah menjadi pusat kegiatan NU di tengah situasi politik yang tak menentu pada era 1965-an.  

Nyai Solichah meninggal pada 29 Juli 1994 di RSCM Jakarta pada usia 72 tahun akibat sakit gula dan jantung. Ia dimakamkan di kompleks pemakaman Tebuireng Jombang.

5. Fatmawati
Fatmawati yang merupakan ibu presiden kelima Indonesia Megawati adalah istri ke-3 presiden pertama Indonesia, Soekarno.

Fatmawati lahir di Bengkulu pada 5 Februari 1923 dengan nama asli Fatimah dan dinikahi Soekarno tanggal 1 Juni 1943.

5-fatmawati
Fatmawati (National Archives/Joop van Bilsen)

Dari pernikahan itu, ia dikaruniai dua orang putra dan tiga putri, yaitu Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, dan Guruh Soekarnoputra.

Kisah paling dikenal dari sosok Fatmawati adalah jasanya menjahit Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih yang dikibarkan pada upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta pada tanggal 17 Agustus 1945.   

Fatmawati wafat di Kuala Lumpur pada 14 Mei 1980 pada umur 57 tahun. Dia mengalami serangan jantung dalam perjalan pulang ibadah umrah. Jenazahnya dikebumikan Karet Bivak, Jakarta.

6. Siti Habibah
Siti Habibah lahir pada tahun 1932. Dia adalah ibunda presiden keenam Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

6-Siti-Habibah
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sungkem kepada ibunya.(@SBY)

Siti Habibah berasal dari kalangan santri. Ia adalah putri Kiai Abdul Kohar salah satu pendiri Pondok Pesantren Tremas di Pacitan.

Ia menikah dengan seorang prajurit bernama Raden Soekotjo. Pasangan ini dikaruniai anak tunggal yaitu SBY.

Dalam buku biografi SBY, Siti Habibah disebutkan sebagai pengaggum presiden pertama Indonesia, Soekarno. SBY menulis “Untuk diketahui, ibunda saya adalah seorang pengagum Bung Karno dan sudah beberapa kali saya diajak ziarah ke makam presiden pertama kita itu.

Siti Habibah meninggal dunia di RS Mitra Keluarga Cibubur pada 30 Agustus 2019. Ia mengembuskan napas terakhir di usia 87 tahun. 

Jenazah ibunda SBY ini dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

Wafatnya Siti Habibah merupakan pukulan berat bagi SBY, karena beberapa hari sebelumnya ia juga ditinggal oleh istrinya Kristiani Herrawati Yudhoyono. Ibu Ani meninggal pada 1 Juni di Rumah Sakit Universitas Nasional Singapura akibat kanker darah.

Editor: Andres Fatubun
dewanpers