web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Nestapa Para Pekerja yang Tak Mungkin Work from Home

Rabu, 25 Maret 2020 18:33 WIB Netizen Meyta Yosta Greacelya Abaulu

Ilustrasi beberapa jenis pekerjaan yang dilakukan langsung dari kantor, bukannya work from home. (Meyta Yosta Greacelya Abaulu)

AYOBANDUNG.COM -- Kerja... kerja... ayo kita kerja… Kerja... kerja... ayo kita kerja... Di sini bukan anak-anak malas Tempatnya para pekerja keras. Inilah penggalan lirik lagu Mars Slankers karya grup band tanah air, Slank.

Hingga kini, pembahasan terkait penyakit yang disebabkan oleh Coronavirus disease (Covid-19) masih menjadi buah bibir seluruh masyakat di dunia. Bagaimana tidak, ini merupakan virus jenis baru yang menyerang organ sistem pernapasan yaitu paru-paru dan telah memakan ribuan korban jiwa. World Health Organization (WHO) menetapkan Covid-19 sebagai sebuah pandemi setelah penyebaran virus itu mencapai 114 negara, pada 9 Maret 2020.

Dilansir dari situs web resmi www.covid19.go.id yang merupakan Informasi Resmi Pemerintah terkait pandemi Covid-19 yang dikelola oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemkominfo RI) hingga 24 Maret 2020 terdapat 686 kasus positif Covid-19, terdapat 30 pasien yang sembuh, dan 55 pasien yang meninggal di Indonesia.

AYO BACA: 8 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 Saat Keluar Rumah

AYO BACA: Cara Membuat Hand Sanitizer Sesuai Standar WHO untuk Cegah Corona

AYO BACA: Bacaan Qunut Nazilah, Doa Menangkal Malapetaka

Menyikapi keputusan penetapan pandemi Covid-19 oleh WHO, Presiden RI Jokowi Dodo menyampaikan imabuannya kepada seluruh masyarakat Indonesia.

“Saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah,” ujar Jokowi dalam konferensi pers di Istana Bogor, beberapa minggu lalu, dilansir dari Kompas.com.

Social Distancing

Apa yang diserukan oleh Presiden Jokowi adalah bentuk ajakan untuk melakukan social distancing, sebagai upaya memutuskan penyebaran virus corona. Covid-19 menyebar ketika satu individu menghirup cairan tetesan batuk atau bersin yang dihasilkan oleh individu yang telah terinfeksi virus ini. Inilah yang menjadi alasan mengapa gerakan social distancing sangat digaungkan untuk dilakukan oleh seluruh masyarakat.

Teruntuk individu, social distancing mengacu pada menjaga jarak kurang lebih 1 meter lebih dengan individu lain, untuk menghindarkan infeksi atau menulari orang lain, demikian dilansir dari Health.harvard.edu.

AYO BACA: [CEK FAKTA] Ini Bentuk Virus Corona Jika Diperbesar 2.600 Kali?

AYO BACA: Cara Salam Alternatif untuk Cegah Corona Sesuai Anjuran WHO

AYO BACAIni Peta Sebaran Virus Corona di Jabar, 1.165 ODP dan 22 Positif Covid-19

Dalam tingkat masyarakat kegiatan seperti belajar dari rumah, arahan untuk berkerja dari rumah, pengehentian kegiatan yang mengumpulkan massa, dan menghindari menaiki transportasi umum juga membantu mengefektifkan social distancing ini.

Pekerja Retail

Kekhawatiran akan kondisi kesehatan pribadi dan anggota keluarga menjadi hal yang sangat diperhatikan seluruh masyarakat. Telah banyak kantor dan instansi pemerintahan yang mengarahkan karyawan untuk bekerja dari rumah (work from home).

Namun, ini tidak terjadi untuk semua pekerja. Contohnya para pekerja retail, setelah banyak gaungan tentang arahan untuk work from home, tersebar foto di media sosial tentang para “hamba retail” atau para pekerja retail. Gambar ini berisi curahan hati dari hamba retail yang tak mungkin work from home.

Ada kami hamba retail yang harus tetap melayani customer di saat sebagian orang sudah work from home. Ada target penjualan yang belum tercapai yang entah tercapai atau tidak di saat keadaan seperti ini. Ada keluarga kami yang was-was akan kesehatan kami. Begitulah penggalan kata-kata di dalam foto tersebut. Dalam foto itu, tertanda dibuat oleh seseorang di Depok, pada 16 Maret 2020.

AYO BACA: Corona Masuk ke Indonesia, Ini Doa Agar Terhindar dari Penyakit Berbahaya

AYO BACA: [CEK FAKTA] Tahan Napas 10 Detik Bisa Tes Gejala Corona Covid-19?

AYO BACA: 5 Langkah Mencegah Virus Corona di Rumah

Adalah Nety Katarina (23) seorang Sales Promotion Girls (SPG) sebuah merek gadget. Ia bekerja di salah satu pusat pembelanjaan terbesar di Depok, ia turut mengunggah foto ini di status media sosialnya. Ketika saya wawancarainya melalui pesan singkat pada 25 Maret 2020, tentang alasannya tidak melakukan work from home, Netty menjawab.

“Ini adalah perintah dari perusahaan, karena memang lebih dominannya kerja di lapangan. Kalau pun aku work from home lebih susah untuk berkomunikasi dan sangat sulit buat nambah penjualan, walaupun aku sudah bisa membantu penjualan baik via online,” kata dia.

Terkait perasaan Netty, saat tetap harus bekerja di salah satu pusat pembelanjaan itu, dia menuturkan, “Iya pastinya khawatir apalagi semakin hari semakin banyak yang sudah terinfeksi oleh Covid-19. Aku sih berharap semoga secepatnya ini berlalu, supaya bisa bekerja kembali normal seperti biasa,” tutur Netty.

AYO BACA: Padanan Kata Lockdown, Corona, dan Social Distancing dalam Bahasa Indonesia

AYO BACA: 5 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 yang Keliru

AYO BACAIni 2 Obat yang Diklaim Manjur Sembuhkan Pasien Covid-19!

Karyawan Swasta

Eliza Monne Manansang (23), seorang warga Depok yang bekerja di salah satu pabrik pakan di Jawilan, Kota Serang, Provinsi Banten, juga tak melakukan work from home. Alasannya, ia sampaikan kepada saya ketika saya mewawancarainya melalui pesan singkat.

“Karena saya bekerja di pabrik pakan daerah Jawilan, Rangkas Bitung, Serang, pabrik kami tidak bisa berhenti atau work from home karena produksi tetap berjalan,” ujarnya.

Dia juga menambahkan, situasi di daerah Banten masih belum terlalu panik karena daerah Banten belum termasuk zona merah Covid-19. Eliza juga tidak dapat memastikan hingga kapan dia akan terus bekerja. Nestapa dia alami akibat tak memungkinkan melakukan work from home.

“Sangat khawatir (tentang kondisi kesehatan) karena saya pribadi bekerja jauh dan pulang-pergi menggunakan KRL,” tutur Eliza.

AYO BACA: 7 Situs Resmi untuk Pantau Perkembangan Virus Corona di Indonesia

AYO BACA: 5 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 Jika Terpaksa Keluar Rumah

AYO BACA: [Konten Edukatif Corona] Apa yang Harus Disiapkan di Rumah Kalau Lockdown?

Upaya Menjaga Kesehatan

Work from home bukanlah sebuah pilihan bagi Netty dan juga Eliza, walau di tengah virus Covid-19 yang mengglobal, mereka tetap diarahkan oleh perusahaan untuk bekerja.

Upaya yang Netty lakukan untuk menjaga kondisi kesehatan tubuhnya adalah dengan beberapa tindakan.

“Harus rajin cuci tangan, setelah itu jangan lupa menggunakan hand sanitizer, dan di saat berkerja jangan lupa untuk selalu menggunakan masker. Usahakan jangan terlalu banyak kontak fisik dengan orang dan sebisa mungkin menjahui keramaian.” Ujar Netty.

Dalam melakukan pekerjaannya Eliza juga melakukan beberapa hal untuk menjaga kondisi kesehatannya.

“Minum vitamin, banyak makan sayur dan makan buah, tidur cukup, rajin cuci tangan dan hidup bersih, setiap pergi dari mana pun kembali harus mandi,” tutur Eliza.

Covid-19 membawa kekhawatiran kepada seluruh masyarakat, namun wabah ini juga tak dapat mengesampingkan perjuangan hidup kedua pekerja ini.

***

Meyta Yosta Greacelya Abaulu, akrab dipanggil Grace, berumur 19 tahun. Tercatat sebagai mahasiswa semester 4 Universitas Padjadjaran, Fakultas Ilmu Komunikasi, Program Studi Jurnalistik.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Redaksi AyoBandung.Com

artikel lainnya

dewanpers