web analytics
  

Knalpot Kemasukan Air Apakah Bisa Rusak Mesin Mobil?

Kamis, 26 Maret 2020 04:00 WIB

Ilustrasi mobil terendam banjir. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Banjir menjadi problem yang sering muncul di pelbagai kota besar di Indonesia. Para pemilik mobil biasanya memiliki problem yang terus-menerus mereka hadapi, yakni bagian knalpot kemasukan air ketika mesti melewati ruas jalan yang tergenang.

Yup, masalah knalpot mobil kemasukan air ini kerap terjadi ketika pemilik mobil memutuskan untuk menerobos jalanan yang mengalami kebanjiran. Imbasnya, tak menutup kemungkinan mobil bakal tiba-tiba mogok di tengah perjalanan.

Selanjutnya, pemilik mobil biasanya terpaksa meninggalkan kendaraan atau memilih untuk mendorongnya sampai ke area yang kering.

Mengutip laman Nissan Indonesia, knalpot mobil kemasukan air sebenarnya bukan masalah besar. Pasalnya, air tidak akan bisa masuk ke dalam mesin.

Keberadaan air dalam knalpot memang bisa menganggu kinerja mesin, tetapi tak merusaknya secara langsung. Alih-alih masuk ke mesin, air banjir bakal tertampung pada bagian yang disebut catalytic converter yang fungsinya untuk menyaring gas buang.

Air yang menumpuk dalam catalytic converter memang akan menyulitkan Anda untuk menyalakan mesin. Namun, seiring pemakaian, genangan air di bagian itu akan berubah menjadi uap.

Nah, problem yang lebih besar dan perlu menjadi perhatian bukan pada bagian knalpot, melainkan sistem kelistrikan mobil dan mesin.

Sistem kelistrikan mobil, biasa disebut dengan nama Electronic Control Unit (ECU), biasanya berada di dua lokasi, yakni kabin atau ruang mesin. Ketika pemilik memutuskan untuk menerjang banjir, pastikan terlebih dulu bahwa posisi ECU lebih tinggi dibandingkan permukaan air.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers