web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Lebih Baik Mana, Cuci Tangan dengan Air atau Hand Sanitizer?

Senin, 23 Maret 2020 07:40 WIB

Warga menggunakan fasilitas tempat cuci tangan umum di Alun-alun Kota Bandung, Minggu (22/3/2020). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Para ahli kesehatan menganjurkan kita agar rajin mencuci tangan untuk mengurangi risiko terjangkit virus corona Covid-19. Namun, antara mencuci tangan dengan hand sanitizer atau air biasa, mana yang lebih baik?

Dilansir dari The Post, Direktur Medis Unit Patogen Khusus di Boston Medical Center Dr Nahid Bhadelia mengatakan, mencuci tangan dengan air mengalir lebih baik. Hal tersebut lebih efektif menghilangkan kotoran di tangan.

Menggunakan sabun hingga berbusa juga dinilai bisa membantu menangkal virus lainnya. 

"Ini juga akan melindungi Anda dari penyakit menular lainnya, seperti flu dan diare," ujar Bhadelia.

Namun, dia tetap menegaskan bahwa mencuci tangan merupakan langkah yang perlu dilakukan. Baik menggunakan air mengalir atau hand sanitizer.

"Sabun dan air, dan pembersih tangan berbahan dasar alkohol, dapat membunuhnya," ujar Bhadelia.

Di sisi lain, tidak semua hand sanitizer memiliki kemampuan untuk membunuh virus penyebab Covid-19. Merujuk pada pernyataan Centers for Disease Control and Prevention, hanya hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60 persen yang bisa efektif membunuh virus penyebab Covid-19.

Akan tetapi, salah satu anjuran utama dalam pencegahan Covid-19 bukanlah penggunaan hand sanitizer. Ketua koordinator hubungan masyarakat dari Departemen Kesehatan Masyarakat, El Paso Soraya Ayub Palacios mengatakan, yang perlu lebih ditekankan adalah mencuci tangan secara rutin dengan air mengalir dan sabun

"Apa yang kami dorong kepada publik adalah kita menekankan cuci tangan," kata Palacios, seperti dilansir El Paso Times.

Selain cuci tangan secara rutin dengan cara yang benar, upaya pencegahan lain yang tak kalah penting adalah melakukan social distancing atau jaga jarak sosial. Jarak yang disarankan dalam social distancing adalah enam kaki atau sekitar dua meter. "Kami mendorong mereka untuk memiliki social distancing, berjarak 6 kaki antara satu sama lain," ujar Palacios.

Menjaga jarak, Palacios mengatakan, tak hanya penting untuk melindungi diri sendiri tetapi juga melindungi kelompok rentan seperti lansia. Hal ini perlu dipahami oleh generasi muda yang mungkin masih menyepelekan pentingnya social distancing.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers