web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Bagaimana Corona Covid-19 Menyebar, Benarkah Melalui Jaringan 5G?

Jumat, 20 Maret 2020 15:27 WIB M. Naufal Hafizh

[Ilustrasi] Virus Corona Covid-19. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Beredar kabar yang menyebutkan bahwa jaringan 5G bisa menyebarkan virus corona Covid-19. Apakah kabar tersebut benar?

Penyebaran virus corona yang makin meluas dibarengi dengan menjamurnya hoaks yang tersebar terkait Covid-19. Tak cuma di Indonesia, hoaks mengenai virus corona juga banyak bertebaran, termasuk kabar palsu bahwa virus corona disebabkan oleh jaringan 5G.

AYO BACA: 8 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 Saat Keluar Rumah

AYO BACA: Cara Membuat Hand Sanitizer Sesuai Standar WHO untuk Cegah Corona

AYO BACA: Bacaan Qunut Nazilah, Doa Menangkal Malapetaka

Bahkan, teori konspirasi ini sudah banyak bermunculan di media sosial seperti YouTube, Facebook, hingga Twitter. Padahal, klaim ini sudah terbukti salah karena gelombang radio tidak bisa menciptakan virus.

Namun, ada andil figur publik yang turut menyebarkan teori tidak beralasan ini. Seperti Keri Hilson, penyanyi asal Amerika Serikat yang memiliki 4,2 juta follower di Twitter.

Dalam cuitannya, Hilson mengaitkan penyebaran virus corona dengan efek yang ditimbulkan dari radiasi tower pemancar jaringan 5G.

"Orang-orang telah mencoba memperingatkan kita tentang 5G selama bertahun-tahun. Petisi, organisasi, studi...apa yang kita alami adalah efek dari radiasi," tulis Hilson dalam akun Twitter pribadinya.

AYO BACA: [CEK FAKTA] Ini Bentuk Virus Corona Jika Diperbesar 2.600 Kali?

AYO BACA: Cara Salam Alternatif untuk Cegah Corona Sesuai Anjuran WHO

AYO BACAIni Peta Sebaran Virus Corona di Jabar, 1.165 ODP dan 22 Positif Covid-19

"5G meluncur di Cina. Nov 1, 2019. Orang-orang telah meninggal dunia," sambungnya seperti dikutip laman Cnet, Selasa (17/3/2020).

Tak hanya di Twitter, Hilson juga menyebarkan teorinya ini lewat Instagram. Dalam salah satu unggahannya, dia menyertakan caption yang mengatakan bahwa kasus virus corona tidak begitu parah di Afrika karena di sana tidak ada 5G.

Padahal pada kenyataannya, di negara seperti Afrika Selatan, Nigeria, Ethiopia, dan Mesir sudah ada puluhan kasus virus corona yang dikonfirmasi.

AYO BACA: Corona Masuk ke Indonesia, Ini Doa Agar Terhindar dari Penyakit Berbahaya

AYO BACA: [CEK FAKTA] Tahan Napas 10 Detik Bisa Tes Gejala Corona Covid-19?

AYO BACA: 5 Langkah Mencegah Virus Corona di Rumah

Unggahannya itu langsung menjadi viral dan banyak orang mengkritik Hilson karena menyebarkan misinformasi. Meski begitu, tidak sedikit juga orang-orang yang justru membagikan unggahan tersebut seolah-olah Hilson memberikan informasi yang kredibel.

Bahkan, teori Hilson ini juga tersebar di sebuah grup Facebook yang menolak kehadiran jaringan telekomunikasi generasi kelima itu. Seperti pengguna Facebook bernama Ben Mackie yang mengatakan, virus corona sebenarnya bukanlah virus.

"Mereka mencoba menakuti kita dengan virus palsu padahal ini tentang tower 5G yang dibangun di seluruh dunia," tulis Mackie.

AYO BACA: Padanan Kata Lockdown, Corona, dan Social Distancing dalam Bahasa Indonesia

AYO BACA: 5 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 yang Keliru

Namun, klaim tersebut langsung dibayar tunai oleh FullFact, sebuah lembaga pengecek fakta dari Inggris dan beberapa ahli lainnya.

"Cerita tentang 5G tidak memiliki kepercayaan secara ilmiah dan tentu saja merupakan gangguan potensial, seperti misinformasi lainnya, untuk mengendalikan epidemi Covid-19," terang profesor di Colorado School for Public Health, Jonathan M Samet.

Sementara Brendan Carr, salah satu petinggi di Federal Communications Commission mengatakan bahwa upaya Hilson menghubungkan 5G dengan virus corona datang dari area teori konspirasi yang berbahaya.

Dengan tegas, dia menekankan bahwa virus corona menyebar lewat kontak langsung antramanusia dan bukan berasal dari gelombang radio.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers