web analytics
  

Pemkab Bandung Terapkan Bekerja di Rumah Secara Bergiliran

Rabu, 18 Maret 2020 19:46 WIB Mildan Abdalloh
Bandung Raya - Bandung, Pemkab Bandung Terapkan Bekerja di Rumah Secara Bergiliran, Pemkab Bandung, Bekerja di Rumah, Kerja di Rumah,

Cek suhu tubuh terhadap ASN Kabupaten Bandung sebelum masuk bekerja. (Dok Humas Pemkab Bandung)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung memberlakukan sistem ‘Work From Home’ (bekerja di rumah) secara bergiliran, bagi jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal itu dilakukan menyusul terbitnya Surat Edaran (SE) Bupati Bandung Nomor 800/748/BKPSDM Tentang Penyesuaian Sistem Kerja ASN Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Lingkungan Pemkab Bandung.

“Sistem Work From Home diberlakukan bagi ASN yang menduduki jabatan pengawas (eselon IV) dan pelaksana (staf). Sementara untuk ASN yang menduduki jabatan tinggi pratama (eselon II) dan administrator (eselon III), tetap ngantor seperti biasa,” ujar Bupati Bandung Dadang M. Naser di Rumah Jabatannya di Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (18/3/2020).

AYO BACA : Pemkab Bandung Kaji ASN Kerja di Rumah

Pihaknya mengambil kebijakan tersebut, tidak lain dalam rangka mencegah penularan dan penyebaran Covid-19 di lingkup ASN. “Kebijakan ini diambil, sebagai upaya mengurangi jumlah kerumunan di masing-masing instansi. Untuk teknis pelaksanaannya diserahkan kepada kepala perangkat daerah masing-masing,” terang Dadang.

Work From Home menurut hemat bupati, merupakan kebijakan yang harus disikapi dengan baik oleh jajaran ASN Pemkab Bandung. “Masing-masing ASN harus menyikapi hal ini dengan bijak dan benar. WFH bukan berarti berlibur, meskipun berada di rumah atau tempat yang dekat dengan kantor, mereka harus tetap siaga,” imbuh bupati pula.

AYO BACA : Masjid Alfathu Komplek Pemkab Bandung Tetap Gelar Jumatan

Kesiapsiagaan ASN dalam tugas pokok dan fungsinya sebagai pelayan publik harus tetap terjaga. Ia pun mengimbau kepada mereka yang tengah menjalankan tugas WFH, untuk on call.

“Pelayanan dan bekerja untuk kepentingan masyarakat, harus tetap berjalan. Bagi yang sedang kerja di rumah, alat komunikasi selalu stand by, tidak boleh dimatikan,” tegas Dadang.

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bandung Wawan A. Ridwan menjelaskan, pengaturan jadwal WFH ditentukan masing-masing instansi dengan tetap berpedoman pada SE tadi.

“Dalam SE tersebut diatur, WFH dilakukan oleh pejabat pengawas (eselon IV), pelaksana dan pejabat fungsional (staf), dengan jumlah maksimal 50% dari total jumlah pegawai yang ada di masing-masing Perangkat Daerah. Sistem WFH berlangsung mulai tanggal 18 hingga 31 Maret,” jelas Kepala BKPSDM.

ASN yang menjalani tugas WFH, lanjut Wawan Ridwan, harus tetap berada di lokasi tempat tinggalnya kecuali dalam keadaan mendesak. “Seperti untuk memenuhi kebutuhan pangan, kesehatan atau keselamatan. Namun dia memiliki kewajiban untuk melaporkan kepada atasannya langsung,” pungkas Wawan Ridwan.

AYO BACA : Disdukcapil Kabupaten Bandung Masih Lakukan Pelayanan

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers