web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Begini Prosedur Proaktif Tes Covid-19 di Jawa Barat

Selasa, 17 Maret 2020 14:36 WIB Nur Khansa Ranawati

Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Kepala Dinas Kesehatan Jabar Berli Hamdani di Gedung Sate, Bandung (16/3/2020). (Ayobandung.com/Nur Khansa)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Guna memperluas jangkauan pemeriksaan terkait penyebaran Covid-19 di Jawa Barat, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyebutkan saat ini pihaknya telah mulai menjalankan tes proaktif kepada para Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Jabar yang sebelumnya hanya diminta untuk melakukan isolasi diri di rumah.

Tes tersebut akan dapat mengeluarkan hasil tes positif/negatif Covid-19 dalam waktu yang relatif lebih singkat dari yang dilakukan di Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan Jakarta.

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil mengatakan, pihak yang melakukan pengetesan proaktif ini adalah instansi yang ditunjuk meliputi Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jabar, Unpad dan ITB. Namun, terdapat orang-orang dengan kriteria khusus yang akan mendapat pemeriksaan proaktif tersebut.

AYO BACA : Pakar Imbau Berpikir Positif untuk Jauhkan Cemas Akibat Corona

"Ada berbagai tahap. Tahap pertama diperuntukan bagi para ODP dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan) yang sudah mengantre terlalu lama di Jakarta. Kalau itu sudah selesai dan insyaallah test-kit makin banyak, baru bisa diterapkan ke tahap 2," ungkap Emil dalam konferensi persnya di Gedung Sate Bandung, Senin (16/3/2020).

Adapun orang tahap kedua, dia mengatakan adalah mereka yang merasa tidak nyaman atas kondisi kesehatannya dan memiliki sejumlah gejala menyerupai infeksi Covid-19. Namun, keputusan apakah orang tersebut akan memperoleh pemeriksaan proaktif tetap berada di tangan pemerintah.

"Kalau semua ingin dites ya enggak memungkinkan juga, warga Jabar ini ada 50 juta orang," ungkap Emil.

AYO BACA : Cegah Penyebaran Corona, Pemprov Jabar Tunda Program Patriot Desa

Sehingga, dia mengatakan, pihaknya sejauh ini melakukan tes proaktif berdasarkan teori kluster. Emil mencontohkan, dirinya sendiri telah melakukan tes Covid-19 karena menjadi ODP akibat pernah berada dalam satu agenda yang sama dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam 14 hari terakhir.

Karena dia sebagai ODP telah menunjukan hasil negatif Covid-19, maka orang-orang di ring kedua, yakni yang kerap bertemu Emil namun tidak pernah bertemu langsung dengan Menhub diperkirakan juga negatif Covid-19. Sehingga, orang-orang di ring 2 ini dinilai tidak memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jabar Berli Hamdani mengatakan tes proaktif di Jabar dilakukan dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Hingga saat ini hanya sekitar 300-an orang yang dapat dites lewat proaktif tes, dan persediaan test-kit tinggal menyisakan 1/4-nya.

"Persediaan sudah menipis, tinggal seperempat. Makanya kami lakukan pemeriksaan dengan metode snowball saja. Rencananya akan memesan lagi dan bisa periksa hingga 10 ribuan orang," ungkap Berli.

Adapun saat ini DPRD Jabar telah menyetujui pengeluaran anggaran untuk penanganan Covid-19 di Jabar sebanyak Rp24 miliar. Dana tersebut di antaranya akan dialokasikan untuk test-kit hingga peningkatan fasilitas rumah sakit di berbagai daerah di Jabar.

AYO BACA : Cegah Corona, Jangan Sembarangan Sentuh Wajah dan Kucek Mata

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers