web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Kenali 3 Perbedaan Mendasar Corona Covid-19 dan DBD

Selasa, 17 Maret 2020 13:21 WIB

[Ilustrasi] Corona Covid-19 dan DBD memiliki perbedaan, meski gejala kedua penyakit tersebut adalah demam. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

Meski sama-sama virus, Corona Covid-19 dan DBD memiliki sejumlah perbedaan.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Meski sama-sama disebabkan oleh virus, DBD dan Covid-19 memiliki sejumlah perbedaan. Hal itu dikatakan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi.

Dia mengungkap, DBD disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti pembawa virus dengue. Sementara itu, Covid-19 disebabkan virus novel corona.

Berikut 3 perbedaan dari Corona Covid-19 dan DBD:

AYO BACA : Dokter Ungkap Cara Mencegah Tertular Virus Corona

1. Beda media perantara

Siti Nadia mengatakan, media perantara corona Covid-19 dan DBD disebarkan dengan media yang berbeda.

"Sebenarnya Covid-19 dan DBD sama-sama disebabkan oleh virus. Tetapi kalau (media perantara) DBD adalah nyamuk (yang membawa virus dengue), sedangkan Covid-19 bisa terjadi dari manusia ke manusia," ujarnya, seperti diberitakan Republika.co.id, Rabu (11/3/2020).

2. Riwayat Perjalanan

AYO BACA : 4 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 Menurut WHO

Penularan infeksi Covid-19 terjadi karena pasien memiliki riwayat perjalanan ke daerah yang mengalami wabah itu. Kemudian, minimal mereka pernah menjalin kontak dengan orang yang statusnya positif Covid-19 atau bisa menjalin kontak dengan orang yang melakukan perjalanan ke luar negeri.

"Ini menjadi kunci menjadi orang dalam pengawasan (ODP) atau pasien dalam pengawasan (PDP)," katanya.

Sedangkan penderita DBD, dia melanjutkan, tidak melakukan perjalanan dari luar negeri.

3. Beda demam

Penderita DBD mengalami demam selama 3 hari berturut-turut tetapi di hari ketiga sampai kelima pasien kerap merasa lebih baik karena telah berkeringat dingin. Padahal dia tengah memasuki masa syok.

Selain itu, kata Siti Nadia, penderita DBD bisa mengalami gusi berdarah atau mimisan, ujung tangan pucat, warna tinja cokelat kehitaman karena efek pendarahan hebat saluran cerna, hingga terdapat bintik-bintik di tubuhnya karena kadar trombositnya sudah di bawah 100 ribu per mikroliter (mcL).

Sementara itu, orang yang terinfeksi Covid-19 bisa mengalami keluhan mirip gejala pneumonia. Karena itu, ketika mengalami demam selama 3 hari berturut-turut, dia meminta masyarakat langsung berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan. Kemudian, masyarakat diminta berkata jujur kepada dokter jika mengalami pendarahan maupun mimisan.

AYO BACA : 5 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 yang Keliru

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers