web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Ridwan Kamil Sebut Jabar Belum Perlu Lockdown

Senin, 16 Maret 2020 22:19 WIB Nur Khansa Ranawati

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Dok Humas Pemprov Jabar)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan bahwa Jabar hingga saat ini dinilai belum membutuhkan mekanisme lockdown untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19. Dia mengatakan, belum ada parameter yang jelas untuk mengukur apakah daerah dengan 50 juta penduduk tersebut harus ditutup total untuk kedatangan masyarakat luar.

"Itu (lockdown) terlalu kompleks. Kita akan mengikuti dan tidak akan mendahului (kebijakan pemerintah pusat). Parameter juga harus jelas. Pertanyaan itu lebih relevan ke Jakarta, kalau Jabar masih jauh," ungkap Emil, sapaan Ridwan Kamil ketika ditemui di Gedung Sate Bandung, Senin (16/3/2020).

AYO BACA : Kabupaten dan Kota Bogor Bicarakan Lockdown

Dia mengatakan, pertimbangan lainnya adalah berdasarkan data persebaran pasien positif Covid-19 di Jabar. Hingga pukul 12 siang hari ini, terdapat total 10 pasien positif Covid-19 di Jabar dan lokasi domisilinya tidak berdekatan.

"Dengan data ini kan kelihatan ya saat ini jumlah angka merah (positif) nya ada 10, mereka kan berjauh-jauhan, beda dengan yang di Jakarta," ungkapnya.

AYO BACA : Joe Taslim Tak Setuju Pemerintah Lockdown Jakarta Akibat Virus Corona

Selain itu, dia mengatakan, mekanisme lockdown akan kompleks untuk diterapkan di Jabar. Pasalnya, pintu masuk menuju salah satu provinsi terpadat di Indonesia ini adalah melalui sejumlah daerah lain.

"Pintu masuk ke Jabar kan tidak hanya di Jabar-nya saja, tapi juga melalui Cengkareng dan sebagainya," jelasnya.

Sehingga, untuk saat ini pihaknya menerapkan kebijakan khusus selama 14 hari untuk membatasi aktivitas warga. Mulai dari meliburkan sekolah dari TK hingga SMA/SMK, menunda kegiatan UNBK, menutup sejumlah fasilitas umum di bawah pengelolaan Pemprov Jabar hingga mulai menerapkan kerja di rumah bagi sebagian ASN.

"Dalam kondisi seperti ini tidak ada yang nyaman. Dalam 14 hari ini ada perlambatan pelayanan, ada juga yang dilayani secara digital. PNS Eselon IV sudah mulai kerja di rumah kecuali pejabat struktural pengambil kebijakan," ungkapnya.

AYO BACA : Terserang Virus Corona Sejumlah Negara Menyatakan Lockdown, Apa Artinya

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers