web analytics
  

Pelajaran dari Merebaknya Kasus Covid-19 di Italia (Bag.1)

Senin, 16 Maret 2020 13:55 WIB Rahim Asyik
Umum - Internasional, Pelajaran dari Merebaknya Kasus Covid-19 di Italia (Bag.1), virus corona, virus corona cina, virus di cina, penyakit menular di cina, bandara husein sastranegara, Wuhan, corona di indonesia

Peta persebaran Covid-19 di Italia per 10 Maret 2020. (opendatadpc.maps.arcgis.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Apakah kita sudah perlu khawatir atau tenang-tenang saja melihat perkembangan kasus coronavirus disease (Covid-19) di Indonesia? Sejauh ini, banyak yang masih tenang-tenang saja menyikapinya, tentu dengan berbagai alasannya.

Namun juga ada yang mengkhawatirkan, ini juga dengan berbagai alasannya. Salah seorang yang khawatir adalah Ainun Najib, inisiator KawalPemilu.org. Terhitung tanggal 1 Maret 2020, relawan KawalPemilu.org meluncurkan inisiatif Kawalcovid19.id. Inisiatif ini muncul lantaran keprihatinan akan kesimpangsiuran informasi yang beredar di Indonesia mengenai Covid-19.

Untuk mengekspresikan kekhawatirannya, Ainun Najib meminta agar Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat untuk berdiam diri di rumah. Dalam cuitannya di akun Twitter @ainunnajib, Selasa (10/3/2010), Ainun menulis, ”Pak Presiden @jokowi, mohon dipertimbangkan untuk menghimbau masyarakat untuk berdiam diri di rumah saja (kecuali keperluan esensial) dan untuk membatalkan acara-acara kumpul bersama. Sebelum terlambat pak. Kita jangan sampai seperti Italia. Lockdown satu negara hari ini.”

Dilanjutkan dengan cuitan, “Hanya dalam 18 hari, Italia dari angka 20 seperti Indonesia hari ini, telah menjadi 9.000 lebih dan tertinggi di dunia setelah China, negeri asal muasal wabah. Sekarang Italia lockdown satu negara. Indonesia harus antisipasi tegas dan secepatnya pak @jokowi.”

Sebagai informasi, pada 21 Februari 2020 tercatat 20 kasus corona di Italia. Dalam tempo 18 hari hingga 9 Maret 2020, kasusnya melonjak berkali-kali lipat hingga menerpa 9.171 orang di Italia saja.

Bagaimana dengan Indonesia? Seperti dilaporkan di situs infeksiemerging.kemkes.go.id, dari 30 Desember 2019 sampai 10 Maret 2020, tercatat 694 orang diperiksa terkait kasus ini di 23 provinsi. Hasilnya, 648 orang negatif (188 orang Anak Buah Kapal kru kapal World Dream), 19 kasus konfirmasi positif Covid-19, dan 27 sampel masih dalam pemeriksaan.

Apakah perkembangan corona di Indonesia akan sama dengan di Italia?

Tulisan ini dibuat tidak untuk menjawab pertanyaan itu. Tulisan ini hanya ingin membagi pengalaman seorang perempuan Indonesia yang sudah 10 tahun tinggal di Milan, Italia, saat corona merebak. Tulisan dimuat jurnalis bernama Rieska Wulandari berupa jurnal harian di akun Facebooknya. Rieska mulai menulis jurnalnya pada tanggal 24 Februari 2020 atau sehari setelah pemerintah Italia mengumumkan penetapan semikarantina pada 23 Februari. Berikut versi ringkasnya:

Jurnal hari pertama: Tercatat 152 kasus infeksi dengan 3 orang di antaranya meninggal dunia.
Kota di Region Lombardia ditutup. Pemerintah setempat juga memutuskan untuk menutup sekolah dari TPA sampai perguruan tinggi hingga dua pekan. Demikian halnya dengan berbagai acara yang mengundang kerumunan.

AYO BACA : Cegah Covid-19, Begini Tahapan Isolasi Mandiri di Rumah

Menteri Olah Raga Italia Vincenzo Spadafora juga memutuskan untuk membatalkan semua kegiatan olah raga di kawasan Veneto dan Lombardia. Sejumlah pertandingan sepakbola penting di Seria A Italia dibatalkan seperti laga antara Inter dan Sampdoria, Torino melawan Parma, Verona kontra Cagliari, dan Atalanta versus Sassuolo.

Selain kegiatan olah raga, Vatican juga memutuskan untuk menghentikan sementara semua kegiatan religi seperti ibadah mingguan, acara sekolah minggu, dan katekisasi. Pembatalan senada dilakukan terhadap sejumlah pertunjukan teater, musik, film, seni, diskotek, dan pusat kebugaran. Di beberapa kota di Provinsi Milan, supermarket tampak kehabisan komoditas karena diborong habis warganya. Akibatnya, harga zat atau gel pembersih tangan yang biasanya dijual 2-3 Euro per botol kecil, mendadak naik jadi 25 Euro per botol. Sementara masker di farmasi juga habis.

Jurnal hari kedua: Jumlah korban bertambah dua kali lipat, yakni 322 orang dengan 20 pasien dalam kondisi berat, 10 meninggal, dan 1 pasien sembuh. Semua korban telah mengalami sakit lain dan lanjut usia sehingga daya tahan tubuhnya rendah.

Mengingat banyaknya korban lanjut usia, maka rumah-rumah jompo mengimbau pihak keluarga tak berkunjung untuk sementara waktu. Imbauan yang sama dikeluarkan pihak rumah sakit.

Secara umum, aktivitas di Kota Milan masih berjalan. Angkutan umum dan metropolitana masih tersedia, toko-toko juga masih buka, kendati jumlah orang yang lalu lalang jauh berkurang.

Sepuluh tahun tinggal di Italia, saya melihat orang Lombardia sangat kooperatif terhadap pemerintah lokalnya. Jadi ketika keluar instruksi agar orang Milan tinggal di rumah selama dua pekan, warga mematuhinya. Kantor-kantor bisnis mendukung keputusan ini dengan meliburkan karyawannya.

Sementara itu, negara-negara tetangga mulai menemukan kasus positif Covid-19 yang bersumber dari Italia, bahkan spesifik dari Milan. Seorang dokter Italia yang sedang berlibur ke Pulau Tenerife di Spanyol, terkonfirmasi positif dan membuat tamu satu gedung hotel, yang berjumlah ratusan orang harus dikarantina. Dari Austria dilaporkan, 2 pasien dinyatakan positif setelah berlibur dari Milan dan satu di Kroasia, satu si Swiss dan satu di Barcelona, dengan kemungkinan terinfeksi di Italia.

Di kota lain di Italia juga mulai ditemukan beberapa kasus baru. Dalam situasi semacam itu ada saja orang yang mengambil keuntungan. Dikabarkan ada orang yang berdandan bak petugas medis beralasan hendak mengambil sampel virus Covid-2. Kenyataannya, mereka hanyalah maling.

Mengapa banyak kasus Corona di Italia? Jawaban sederhananya, lantaran Italia merupakan salah satu destinasi favorit turis Asia seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea. Di Region Lombardia dan Veneto misalnya, terdapat dua kota cantik: Milan dan Venizia. Milan yang dihuni 1,3 juta jiwa merupakan kota dengan kunjungan turis tinggi. Dinas pariwisata Milan mencatat, Milan adalah salah satu kota di Uni Eropa yang paling banyak dikunjungi yaitu mencapai 8,81 juta para tahun 2017 dengan 44% di antaranya turis lokal dan 58% turis mancanegara.

AYO BACA : Dampak Corona, Sejumlah Tempat di Kota Bandung Lengang

Kata karantina berasal dari dari bahasa Italia ”quaranta giorni” yang artinya 40 hari. Istilah ini muncul pada abad ke-14 saat terjadi wabah bubonic atau maut hitam yang menewaskan sepertiga hingga dua per tiga penduduk Eropa.

Sistem karantina pun digunakan untuk mencegah penyebaran penyakit itu. Caranya, kapal-kapal penumpang yang datang dari wilayah lain dilarang langsung berlabuh. Mereka harus menunggu selama 40 hari di suatu pulau yang telah ditentukan untuk memastikan bahwa mereka tak tertular penyakit.
Selama masa karantina berlangsung, kapal-kapal itu harus mengibarkan bendera kuning yang disebut bendiera sanitaria (bendera kesehatan). Dalam masa pengasingan, biasanya di area atau di sekitar pelabuhan atau bandara, (atau sebuah wilayah yang telah ditentukan) dilakukan observasi dan pemeriksaan kesehatan.

Jurnal hari ketiga: Kasus Covid-19 di Italia mencapai 400, 35 kasus berat, 12 meninggal, dan 3 sembuh. Untuk pertama kalinya seorang anak perempuan berumur 4 tahun dinyatakan terinfeksi dan dirawat di rumah sakit San Matteo.

Jurnal hari keempat: Hari keempat merupakan hari yang cukup melegakan, ada angka kesembuhan yang melonjak signifikan dari 3 menjadi 45, meski demikian angka terinfeksi mencapai 650 dan kematian mencapai 17.

Hari ini saya memutuskan untuk membaca kembali Calon Arang karya Pramoedya Ananta Toer. Calon Arang adalah dukun teluh, hatinya penuh iri dengki, dan dia memuja Durga, Dewi kematian. Hatinya makin pahit kala tak seorangpun datang melamar anak gadisnya, bukan karena sang anak tak cantik, tapi karena perangai sang ibu yang pencemburu, tak suka orang lain bahagia dan pemarah.

Kesal karena tak ada yang melamar anaknya, kepada Durga ia meminta izin untuk membalas dendam. Durga mengizinkan, asal jangan merusak ibu kota dan tampuk pimpinan. Dengan teluh dan ilmu hitam ia lalu menciptakan penyakit yang menewaskan ribuan orang di desa-desa. Dia terus merajalela sampai seorang Empu dari Blora, Eyang Baradah berjanji kepada Raja Airlangga, untuk menghentikannya.

Eyang Baradah akhirnya tahu, semua penyakit ini datang karena iri dengki sang ibu. Ia kemudian mencarikan calon suami bagi anak Calon Arang, dan kepada suaminya anak Calon Arang mengungkapkan kelemahan daya magis sang ibu. Eyang Baradah digambarkan sebagai tokoh yang sangat bijaksana, kesaktiannnya luar biasa, dan kesukaannya belajar kitab-kitab.

Cerita ini merupakan cerita legenda, riset sejarah mengatakan Raja Erlangga dan Eyang Baradah adalah tokoh nyata. Bersama Eyang Baradah, Raja Erlangga merupakan salah satu raja Jawa yang paling sukses memimpin Jawa. Buku ini cukup menghibur. Bagi teman-teman yang punya waktu membaca, ini bukunya ringan dan sengaja dibuat untuk anak anak.

Kita tentu tidak butuh teluh dan mantra-mantra untuk bisa keluar dari wabah kita sekarang, ada ilmu pengetahuan dan riset yang lebih masuk akal.

(Bersambung)

AYO BACA : Update Covid-19 di Purwakarta: Satu Positif, 40 dalam Pengawasan di Purwakarta

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

Arab Saudi Akan Gelar Ibadah Haji 2021

Internasional Senin, 10 Mei 2021 | 10:02 WIB

Kerajaan Arab Saudi akan kembali membuka ibadah haji pada 2021.

Umum - Internasional, Arab Saudi Akan Gelar Ibadah Haji 2021 , Haji dibuka,Pembukaan haji 2021,haji 2021,haji,Arab Saudi,COVID-19

Meski Ramadan, Israel Serang Palestina di Masjid Al-Aqsa

Internasional Senin, 10 Mei 2021 | 09:58 WIB

Sejauh ini, insiden yang berlanjut hingga Minggu (9 Mei 2021) pagi itu telah menyebabkan sekitar 300 warga Palestina ter...

Umum - Internasional, Meski Ramadan, Israel Serang Palestina di Masjid Al-Aqsa, Masjid Al-Aqsa,Israel,Palestina,Ramadan,Israel Serang Palestina,Aksi penyerbuan polisi Israel,jemaah Masjid Al-Aqsa

Tiga Bulan Lagi, Kematian Covid-19 di India Bisa Tembus 1 Juta Korban

Internasional Senin, 10 Mei 2021 | 09:33 WIB

Kematian akibat Covid-19 di India berpotensi mencapai satu juta jiwa pada 1 Agustus mendatang.

Umum - Internasional, Tiga Bulan Lagi, Kematian Covid-19 di India Bisa Tembus 1 Juta Korban, tsunami Covid-19,India,Pandemi Covid-19,Kematian Covid-19

Suruh Muslimah Lepas Hijab, Perusahaan Ini Disidang

Internasional Sabtu, 8 Mei 2021 | 08:49 WIB

Hal tersebut terjadi di Perusahaan Transportasi Antarkomune Brussel (STIB-MIVB).

Umum - Internasional, Suruh Muslimah Lepas Hijab, Perusahaan Ini Disidang, Hijab,Diskriminasi,diskriminasi hijab,Islamophobia,islamofobia

Duh! Dana Covid-19 Malah Dipakai Bangun Patung Cumi Cumi

Internasional Jumat, 7 Mei 2021 | 12:18 WIB

Sebuah kota pesisir di bagian barat Jepang bernama Noto, menggunakan sebagian dana bantuan Covid-19 untuk membangun patu...

Umum - Internasional, Duh! Dana Covid-19 Malah Dipakai Bangun Patung Cumi Cumi, Patung Cumi-cumi,patung cumi cumi,patung cumi cumi di Jepang,Dana Covid-19,Dana Covid-19 Patung Cumi cumi

7.500 Pengeras Suara Canggih Dipasang di Masjidil Haram

Internasional Jumat, 7 Mei 2021 | 12:09 WIB

Masjidil Haram sekarang dilengkapi dengan 7.500 pengeras suara yang tersebar di seluruh area masjid, seperti lantai, alu...

Umum - Internasional,  7.500 Pengeras Suara Canggih Dipasang di Masjidil Haram, Masjidil Haram,Pengeras Suara,Pengeras suara masjidil haram,berita Masjidil Haram

Planet Ini Kumpulkan Gas dan Debu untuk Perberat Massa

Internasional Jumat, 7 Mei 2021 | 12:04 WIB

Teleskop Luar Angkasa Hubble mengamati kejadian unik dari eksoplanet bernama PDS 70b yang sedang mengumpulkan massa di...

Umum - Internasional, Planet Ini Kumpulkan Gas dan Debu untuk Perberat Massa, Eksoplanet,teleskop hubble,eksoplanet PDS 70b,PDS 70b,Nasa

Belum Ada Instruksi Resmi tentang Haji 2021

Internasional Jumat, 7 Mei 2021 | 11:56 WIB

Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi menegaskan belum mengeluarkan instruksi resmi terkait pelaksanaan ibadah haji 2021...

Umum - Internasional, Belum Ada Instruksi Resmi tentang Haji 2021, Jamaah haji 2021,haji 2021,Kerajaan Arab Saudi,Arab Saudi,Ketentuan resmi haji 2021

artikel terkait

dewanpers