web analytics
  

Perut Membuncit dan Susah BAB Tanda Kanker Usus Besar?

Jumat, 13 Maret 2020 08:40 WIB M. Naufal Hafizh
Gaya Hidup - Sehat, Perut Membuncit dan Susah BAB Tanda Kanker Usus Besar?, Perut buncit, Sulit BAB, Tanda Kanker, kanker Usus Besar, kanker usus, penyebab kanker,

[Ilustrasi] Berat badan bertambah karena perut buncit. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Perut membuncit bisa jadi tanda dan kanker usus besar yang harus diwaspadai. Terlebih jika perut buncit disertai dengan kesulitan buang air besar.

Namun umumnya, perut buncit dianggap terlalu banyak makan dan kurang berolahraga.

Menurut dr Eko Priatno, Sp.B(K)BD dari Bethsaida Hospital, meski pada stadium awal tidak menunjukkan gejala khas, kanker usus besar biasanya ditandai dengan perubahan saat buang air besar dan perut yang membesar karena dipenuhi tumor.

AYO BACA : Perut Buncit Berdampak Buruk pada Fleksibilitas Berpikir

"Pasien sering tidak aware karena tidak ada gejala khas, makanya penting sekali check up. Tapi pada beberapa kasus memang ada perubahan BAB, misalnya sulit BAB atau justru diare. Kotorannya kecil seperti pensil atau BAB-nya berdarah, lalu nyeri. Kalau sudah terlambat atau sudah menyumbat usus, biasanya perut buncit, muntah, dan berat badan menurun drastis," ujarnya, dilansir dari Himedik.com.

Sama seperti jenis kanker lainnya yang berawal dari polip, kanker usus besar juga diawali dengan benjolan kecil. Beberapa faktor seperti genetik dan pola makan tidak sehat bisa membuat polip yang sebelumnya jinak berubah menjadi ganas.

Pada stadium awal, kanker usus besar kerap tidak menunjukkan gejala sehingga deteksi dini bisa menjadi langkah pencegahan.

AYO BACA : Hati-hati dengan Perut Buncit bak Ibu Hamil, Bisa Jadi Itu Tumor

Beberapa deteksi dini kanker usus besar, kata Eko, antara lain pemeriksaan dubur, kolonoskopi. Jika dicurigai tumor ganas, pasien diwajibkan menjalani pemeriksaan biopsi untuk memastikan adanya sel kanker atau bukan. Ketika positif kanker, pasien harus menjalani CT scan untuk mengetahui stadiumnya.

"Pencegahan yang terbaik adalah deteksi dini meski tidak bergejala. Jadi pada orang sehat bisa saat 50 tahun skrining. Tapi jika ada riwayat keluarga yang terkena kanker, maka sebaiknya usia 40 tahun sudah skrining darah samar pada feses atau kolonoskopi setiap 10 tahun," ujar dia.

Sementara itu, untuk pencegahannya, dr Eko mengimbau masyarakat menjalani hidup sehat dengan membatasi konsumsi daging merah, berhenti merokok, konsumsi sayur dan buah secara teratur, serta rutin berolahraga.

"Saat ini banyak terjadi di usia muda karena gaya hidup. Banyak junk food segala macam, zaman dulu enggak ada. Jadi sekarang semakin banyak karena lifestyle," ujar dia.

AYO BACA : 4 Cara Mengecilkan Perut Buncit

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers