web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Main Kucing saat Hamil Bahayakan Kandungan?

Jumat, 13 Maret 2020 12:54 WIB M. Naufal Hafizh

[Ilustrasi] Ibu hamil main kucing. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Ada sebuah anggapan bahwa main kucing saat hamil akan membahayakan bayi. Benarkah?

Melansir dari Humanesociety.org, anggapan bahwa kucing bisa menyebarkan toksoplasmosis, yakni virus yang membahayakan wanita hamil karena bisa berdampak pada bayi dalam kandungannya, adalah hal keliru.

Diketahui, toksoplasmosis bisa menyebabkan keguguran hingga kecacatan bayi. Namun, kucing bukanlah penyebab utama penyebaran toksoplasmosis. Virus ini justru dapat ditularkan melalui kontak dengan kotoran kucing.

AYO BACA : Lebih Pintar Mana, Kucing atau Anjing?

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, orang lebih mungkin terinfeksi toksoplasmosis karena makan daging mentah atau berkebun. Manusia dapat tertular penyakit ini jika mengonsumsi daging kurang matang yang mengandung T gondii dalam kista jaringan.

Metode akuisisi yang kurang umum adalah melalui konsumsi langsung ookista infektif. Akhirnya, penularan penyakit transplasental ke anak yang belum lahir dapat terjadi ketika ibu mendapat infeksi primer saat hamil.

Sementara itu, dilansir dari Suara.com, parasit toksoplasma pada kucing sebetulnya menular jika Anda jorok dalam membersihkan kotoran kucing atau kandang kucing tidak higienis.

AYO BACA : Gigit Kucing, Pria Ini Dilarang Pelihara Hewan Seumur Hidup

Parasit ini menular lewat kontak tangan dengan kotoran, lalu terbawa ke mulut hingga masuk ke dalam tubuh.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), hanya sekitar 15% wanita subur yang kebal terhadap toksoplasma. Bahkan jumlah perempuan hamil yang terinfeksi toksoplasma pun relatif kecil dan tidak semua infeksi berdampak pada kehamilannya.

Kenyataannya jika Anda terinfeksi toksoplasma pada trimester pertama, janin hanya akan berisiko terkena sekitar 15%. Jika Anda terinfeksi pada trimester kedua, risiko bayi terkena toksoplasama sekitar 30%, dan 60% berisiko pada trimester ketiga.

Ada juga risiko yang sangat kecil menginfeksi bayi saat Anda terinfeksi beberapa bulan sebelum hamil. Jika Anda telah terinfeksi sebelum hamil, beberapa ahli menyarankan untuk menunggu selama 6 bulan sebelum mencoba untuk hamil.

Intinya, Anda boleh saja bermain kucing selama kehamilan. Asalkan, Anda harus memastikan kebersihannya di rumah. Dengan begitu, Anda tidak akan terinfeksi toksoplasma.

AYO BACA : Perempuan Lebih Sehat Jika Memelihara Kucing?

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers