web analytics
  

3 Penyakit Ini Mampu Merusak Ginjal, Termasuk Darah Tinggi

Jumat, 13 Maret 2020 09:45 WIB

[Ilustrasi] Sakit karena gagal ginjal. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Ada sejumlah penyakit yang bisa merusak ginjal, salah satunya darah tinngi.

Di Indonesia sendiri, menurut Direktur P2PTM Kementerian Kesehatan dr Cut Putri Arianie, M.H.Kes, penyakit ginjal kronis di Indonesia menempati urutan ke-13 penyebab kematian di 2017.

"Di Indonesia berdasarkan data IHME, Global Burden Disease, 2017 dari total kematian 1.510.113. Penyakit ginjal kronis menempati urutan ke-13 penyebab kematian terbesar 35.217 atau 2 persen dari total kematian," ujar Cut Putri di Kementerian Kesehatan, Kamis (12/3/2020).

Sementara itu, berdasarkan Riskesdas 2018, Cut Putri mengungkap prevalensi Gagal Ginjal Kronis tertinggi berdasarkan diagnosis dokter, ada di Kalimantan Utara dan Sulawesi Barat sebagai yang terendah.

AYO BACA : Merusak Ginjal, 6 Kebiasaan Ini Harus Segera Dihentikan!

"Penduduk usia 15 tahun ke atas yang terdiagnosis gagal ginjal kronis di Indonesia sebesar 0,38 persen atau sebanyak 739.208 jiwa. Tertinggi ada di provinsi Kalimantan Utara 0,64 persen, dan terendah Sulawesi Barat 0,18 persen," ujarnya.

Cut pun menyebutkan 3 penyakit yang bisa merusak ginjal, yaitu:

1. Obesitas

Ginjal harus bekerja lebih keras terhadap orang obesitas. Ginjal akan menyaring darah lebih banyak untuk memenuhi tuntutan metabolik yang meningkat sesuai berat badannya.

AYO BACA : Awas! Sering Makan Petai Sebabkan Gagal Ginjal

"Peningkatan fungsi ginjal tersebut dapat mengakibatkan kerusakan ginjal dan meningkatkan risiko terjadinya penyakit ginjal kronis dalam jangka waktu lama," kata Cut Putri.

Di sisi lain, data Riskesdas 2018 mengungkap 21,8 persen penduduk Indonesia berusia di atas 18 tahun mengalami obesitas. Jumlah tertinggi ada di Sulawesi Utara dengan 30, 2 persen dari total penduduk. Jumlah terendah Nusa Tenggara Timur 10,3 persen dari total penduduknya.

2. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Prevalensi hipertensi, berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah di Indonesia sebesar 34,11 persen dari total pendiduk memiliki hipertensi. Kalimantan Selatan jadi yang tertinggi sebesar 44,13 persen, dan terendah di Papua 22,22 persen.

3. Diabetes Melitus (DM)

Prevalensi DM dari diagnosis dokter di Indonesia ada 2,0 persen dari total penduduk berusia di atas 15 tahun. Tertinggi ada di DKI Jakarta sebesar 3,4 persen dan terendah di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar 0,9 persen.

AYO BACA : Bahaya Es Teh Jika Dikonsumsi Berlebihan, Sebabkan Gagal Ginjal

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers