web analytics
  

Kembangkan Kang Pisman, Kelurahan Sekeloa Latih Warga Buat Ecobrick

Kamis, 12 Maret 2020 18:51 WIB Vina Elvira

Warga Kelurahan Sekeloa memanfaatkan sampah plastik menjadi Ecobrick. (Ayobandung.com/Vina Elvira)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM -- Kang Pisman, merupakan salah satu program unggulan dari Pemerintahan Kota Bandung. Guna mengembangkan program pengolahan sampah tersebut, Kelurahan Sekeloa menciptakan sebuah inovasi berupa pelatihan ecobrick untuk para warganya.

Kalau yang sedang berjalan kita mengacu pada program Kang Pisman. Kita kembangkan selain dari bank sampah, sampah-sampah plastik itu kita buat jadi ecobrick, ujar Lurah Sekeloa Tirta Gumelar saat dijumpai Ayobandung.com di Kantor Kelurahan Sekeloa, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Selasa (10/3/2020).

Ecobrick sendiri, merupakan botol plastik yang diisi oleh limbah non biologis, yang dapat digunakan untuk membuat furnitur dan juga blok bangunan. Seperti meja, sofa, dan blok pembatas di taman-taman.

Ecobrick itu kan plastik-plastik bekas dimasukkan ke dalam botol mineral itu bisa dibikin sofa, meja, pembatas-pembatas di taman, ujar Tirta.

Tirta mengungkapkan, ecobrick bisa menjadi salah satu alternatif, guna mengolah limbah plastik di Kelurahan Sekeloa. Mengingat, sampah plastik sendiri membutuhkan waktu yang cukup lama untuk terurai.

AYO BACA : [Bandung Pisan] Kelurahan Sekeloa Siap Luncurkan Layanan Berbasis Internet

Jadi banyak fungsinya, daripada kita buang-buang sampah plastik kan susah terurai, makannya yasudah kita jadikan ecobrick, ungkapnya.

Pada mulanya, kata dia, Kelurahan Sekeloa mengenalkan ecobrick kepada para LKK (Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan)seperti PKK, gober, serta ketua RT dan RW. Nantinya, ilmu yang mereka dapatkan dari pelatihan tersebut disebarkan kembali ke warga sekitar.

Jadi dulu ketika pertama kali saya ngobrol ke PKK. Terus PKK bikin, petugas gober bikin, lanjut dengan pertemuan RT RW akhirnya mereka juga bikin. Pelatihannya itu kita kayak tadi ke PKK, terus dari PKK nyebarin lagi ke masyarakatnya, jelas Tirta.

Hingga saat ini, Tirta menambahkan, sebagian dari warga Sekeloa memang sudah bisa membuat ecobrick. Hanya saja, mereka masih sering kebingungan untuk mengkreasikan hasil buah tangannya tersebut.

Jadi warga itu sebetulnya udah nyimpen. Tapi karena prosesnya lama mereka belum tau mau diapakan, tambahnya.

Untuk menanggulangi hal tersebut, Kelurahan Sekeloa memanfaatkan ecobrick buatan para warganya untuk ruang publik kelurahan.

AYO BACA : [Bandung Pisan] Mengenal Ulin Barong Sunda, Kesenian Mirip Barongsai Khas Kelurahan Sekeloa

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers