web analytics

Ridwan Kamil Dorong Penelitian Kina Sebagai Obat Covid-19

clockKamis, 12 Maret 2020 14:39 WIB userNur Khansa Ranawati
Umum - Regional, Ridwan Kamil Dorong Penelitian Kina Sebagai Obat Covid-19, Virus Corona, Status Darurat Corona, Siaga Corona, Covid-19, korban corona, obat corona, Kina, ridwan kamil

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengimbau agar perguruan tinggi di Jabar bisa meriset bukti empirik atas studi lembaga riset di Cina dan Amerika Serikat belum lama ini. Riset tersebut soal kandungan kloroquin fosfat yang banyak terdapat dalam tumbuhan kina, yang disebut sanggup menyembuhkan Covid-19.

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil mengatakan, riset tersebut menyebutkan bahwa 100 orang yang terpapar Covid-19 di Wuhan bisa sembuh atau membaik karena kandungan tersebut. Untuk itu, dia meminta universitas untuk ikut melakukan riset soal hal tersebut.

"Jadi saya mengimbau universitas yang punya periset untuk segera dalam masa urgensi ini melakukan riset-riset yang praktis mengecek apakah yang disampaikan di Tiongkok dan Amerika ini bisa kita jadikan sebagai upaya atau obat penyembuhan Corona," ungkapnya ketika ditemui di Gedung Sate Bandung, Kamis (12/3/20/20).

AYO BACA : DPRD Jabar Dorong Pemerintah Teliti Kandungan Kina untuk Obat Corona

Hasil penelitian di dua lembaga tersebut mengatakan, ekstrak kloroquin fosfat pada kina efektif menghambat pertumbuhan dan memblokade infeksi dari virus Covid-19. Hal tersebut juga dibenarkan oleh periset dari Fakultas Farmasi Universitas Padjajaran (Unpad), Keri Lestari.

"Saya sudah berdiskusi dengan profesor Keri Lestari dari Unpad yang memang sudah meneliti terkait kloroquin fosfat ini," ungkap Emil.

Pohon kina diketahui telah muncul di Jawa Barat sejak zaman kolonial Belanda, di antaranya di kawasan Jayagiri Lembang, Kabupaten Bandung Barat dengan ikonnya Taman Junghun; di Bukti Unggul Cilengkrang, Kabupaten Bandung sekitar seluas 735 hektare; di Pasirjambu, Kabupaten Bandung; dan Subang.

AYO BACA : Kina Berpotensi Jadi Obat Corona? Ini Alasannya

Saat ini kina dikelola dua institusi yakni PT Kimia Farma dan PTPN VIII. "Kloroquin fosfat yang dalam bahasa awamnya adalah obat kina memang dari zaman kolonial ditanamnya di Jabar," ungkap Emil.

Terkait penemuan tersebut, dia juga mengaku sudah berdiskusi dengan Kementerian Kesehatan. Menurut Emil, Kemenkes pun sudah mengonfirmasi bahwa kloroquin fosfat punya bukti dan potensi luar biasa.

"Sudah saya sampaikan tadi malam ke Kemenkes dan mereka mengonfirmasi bahwa kloroquin fosfat punya bukti dan punya potensi luar biasa, hanya belum jadi mainstream," ungkapnya.

"Maka saya imbau universitas di Jabar salah satunya Unpad untuk lebih meyakinkan lagi dengan bukti-bukti empirik bahwa kloroquin fosfat bisa kita jadikan sebagai obat," tambahnya.

AYO BACA : [Lipkhas] Pasir Junghuhn, Wilayah Kekuasaan Sang Ahli Botani Dunia

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Bappenda Cianjur Maklumi Kondisi Hotel dan Restoran Saat PPKM

Regional Jumat, 30 Juli 2021 | 20:00 WIB

Apabila pihak hotel terlambat membayar pajal tersebut, mereka dipersilakan mengajukan permohonan penundaan pembayaran.

Umum - Regional, Bappenda Cianjur Maklumi Kondisi Hotel dan Restoran Saat PPKM, Bappenda Cianjur,Kondisi Hotel,Restoran,PPKM,Keringanan Pajak,Pandemi Covid-19,penundaan pembayaran

Buntut Sidak Forkopimda dan Dewan, Dinkes Panggil Manajemen RSDH

Regional Jumat, 30 Juli 2021 | 18:50 WIB

Manajemen Rumah Sakit Dr. Hafidz dipanggil Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur.

Umum - Regional, Buntut Sidak Forkopimda dan Dewan, Dinkes Panggil Manajemen RSDH, Sidak Forkopimda,Manajemen RSDH,Dinkes,penolakan pasien Covid-19,dokter spesialis berstatus PNS nyambi,Cianjur,Buntut Inspeksi

Lagi, Dua Ular Sanca Kembang dan Telurnya Diamankan di Purwakarta

Regional Jumat, 30 Juli 2021 | 15:29 WIB

Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Purwakarta kembali melakukan pencarian u...

Umum - Regional, Lagi, Dua Ular Sanca Kembang dan Telurnya Diamankan di Purwakarta, Ular Sanca Kembang,Penemuan ular Purwakarta,Purwakarta,DPKPB Purwakarta

Sukabumi Diguncang Gempa Magnitudo 2,6

Regional Jumat, 30 Juli 2021 | 15:25 WIB

Peristiwa alam itu juga dikabarkan pada unggahan Kepala bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimato...

Umum - Regional, Sukabumi Diguncang Gempa Magnitudo 2,6, gempa sukabumi,gempa tektonik,BMKG,Sesar Cimandiri,Sukabumi

Update Kasus Covid-19 Jabar: Pangandaran Paling Rendah

Regional Jumat, 30 Juli 2021 | 10:53 WIB

Kasus Covid-19 di Jawa Barat (Jabar) sebanyak 597.991 kasus setelah bertambah 7.519 kasus pada Jumat, 30 Juli 2021.

Umum - Regional, Update Kasus Covid-19 Jabar: Pangandaran Paling Rendah, Covid-19 Jabar,Kasus Covid-19 Jabar,Data covid-19 jabar,data covid-19 jabar hari ini,Data Covid-19 Jabar terbaru,Update Data Covid-19 Jabar

Jabar Kehilangan Rp20 Miliar Sehari Selama PPKM Darurat

Regional Jumat, 30 Juli 2021 | 10:51 WIB

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengungkapkan kalau semua mengalami kehilangan pendapatan walaupun nilainya berbeda-beda. Ri...

Umum - Regional, Jabar Kehilangan Rp20 Miliar Sehari Selama PPKM Darurat, Ridwan Kamil,ppkm darurat jabar,PPKM Darurat,PPKM Darurat Adalah,PAD Jabar

Dialog Pelaku Usaha Jabar dan Sandiaga Uno Hasilkan 7 Poin Kesimpulan

Regional Jumat, 30 Juli 2021 | 09:33 WIB

Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Jawa Barat membeberkan hasil dialognya dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreat...

Umum - Regional, Dialog Pelaku Usaha Jabar dan Sandiaga Uno Hasilkan 7 Poin Kesimpulan, Menparekraf Sandiaga Uno,Sandiaga Uno,PHRI Jawa Barat,pelaku usaha parekraf Jabar,Bendera Putih

Kisah Pemulasara Covid-19 Perempuan, Tak Jarang Pulang Subuh Setelah M...

Regional Jumat, 30 Juli 2021 | 06:41 WIB

Petugas pemulasara Covid-19 makin sibuk dari hari ke hari. Hal ini dirasakan Hari Nuryani, seorang pemulasara mayat pasi...

Umum - Regional, Kisah Pemulasara Covid-19 Perempuan, Tak Jarang Pulang Subuh Setelah Mengurus Mayat, pemulasara covid-19,kisah pemulasara covid-19,COVID-19,Kisah Covid-19

artikel terkait

dewanpers
arrow-up