web analytics
  

WHO Sebut Virus Corona Pandemi, Ini Maksud dan Latar Belakangnya

Kamis, 12 Maret 2020 13:09 WIB

[Ilustrasi] Virus Corona. (Pixabay)

WHO memiliki alasan tertentu yang akhirnya memilih kata "Pandemi" daripada kata lainnya untuk virus corona Covid-19 yang telah menyebar ke 114 negara.

ZURICH, AYOBANDUNG.COM – WHO menyatakan wabah penyakit akibat infeksi virus corona tipe baru, Covid-19, sebagai pandemi. Status itu ditetapkan setelah melihat penyebaran virus yang cepat di Eropa dalam beberapa hari terakhir dan penyebarannya ke 114 negara.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom menggunakan kata "pandemi" untuk menggambarkan Covid-19 tidak mengubah tingkat ancaman virus ini. Apa makna pandemi?

AYO BACA: 5 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 yang Keliru

AYO BACA : 8 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 Saat Keluar Rumah

"Pandemi berasal dari kata Yunani ‘pandemo’, yang berarti semua orang," kata Direktur Eksekutif Program Keadaan Darurat Kesehatan di WHO Michael Ryan, dilansir Euro News, Kamis (12/3/2020).

Pandemos adalah konsep adanya kepercayaan bahwa populasi seluruh dunia kemungkinan terkena infeksi ini. Kemudian, sebagian besar dari mereka akan jatuh sakit.

Definisi kamus pandemi adalah penyakit yang terjadi pada wilayah geografis yang luas dan memengaruhi proporsi populasi yang sangat tinggi.

AYO BACA: [CEK FAKTA] Ini Bentuk Virus Corona Jika Diperbesar 2600 Kali?

AYO BACA : 5 Langkah Mencegah Virus Corona di Rumah

Pandemi tumbuh dari epidemi yang merupakan kondisi ketika wabah penyakit menyebar terbatas pada area tertentu di dunia.  Sementara itu, pandemi menyebar ke berbagai negara di dunia.

Pandemi bukanlah kata yang dapat digunakan secara serampangan. WHO menetapkannya dengan kehati-hatian.

"Itu adalah kata yang, jika disalahgunakan, dapat menyebabkan ketakutan yang tidak masuk akal, atau penerimaan yang tidak adil bahwa pertarungan telah berakhir, yang mengarah pada penderitaan dan kematian yang tidak perlu," kata dia.

AYO BACA: [CEK FAKTA] Tahan Napas 10 Detik Bisa Tes Gejala Corona Covid-19?

Ryan menyatakan, meskipun Covid-19 sekarang disebut pandemi, hal itu tidak akan mengubah respons yang dimiliki negara atau otoritas kesehatan global terhadap virus tersebut. Selain itu, dia mengungkapkan, meskipun penyakit ini sekarang telah menyebar ke 114 negara, lebih dari 90% kasus hanya ada di 4 negara dan 2 di antaranya memiliki epidemi yang menurun secara signifikan.

"Sebanyak 81 negara belum melaporkan Covid-19 kasus,dan 57 negara melaporkan 10 kasus atau kurang. Kami tidak bisa mengatakan ini dengan cukup keras atau cukup jelas, atau cukup sering: semua negara masih dapat mengubah arah pandemi ini," katanya.

AYO BACA : Cara Mencegah Corona Covid-19 bagi Pasien dengan Penyakit Kronis

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers