web analytics
  

Media Didorong Terus Jadi Sumber Tepercaya Informasikan Covid-19

Kamis, 12 Maret 2020 11:13 WIB Nur Khansa Ranawati
Umum - Regional, Media Didorong Terus Jadi Sumber Tepercaya Informasikan Covid-19, PWI Jabar, Hilman Hidayat, Seminar Nasional Media, Ayo Media Network

Ketua PWI Jabar Hilman Hidayat dalam seminar nasional

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin masif, pola konsumsi masyarakat terhadap informasi terus bergeser. Hal tersebut menyebabkan sejumlah konsekuensi bagi media massa, termasuk media daring, untuk terus berbenah menyesuaikan diri.

Bentuk-bentuk adaptasi media massa di era disrupsi informasi tersebut dibahas dalam seminar bertajuk Peran Pers di Era Disrupsi: Mendorong Media Daring Tumbuh Sehat dan Berkembang yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat di Gedung Sate, Kamis (12/3/2020).

AYO BACA : PWI Jabar Gelar Seminar Peran Pers di Era Disrupsi di Gedung Sate

Dalam kesempatan tersebut, hadir sejumlah pimpinan redaksi media-media mainstream di Indonesia seperti Pikiran Rakyat, Tirto, Detik.com, Ayobandung.com dan Media Indonesia.

Ketua PWI Jabar Hilman Hidayat mengatakan, saat ini penyesuaian media daring terhadap perubahan zaman tak hanya perlu dilakukan dari sisi konten. Sisi pergeseran model bisnis pun perlu dirumuskan. Permasalahan tersebut menjadi salah satu titik berat topik seminar yang merupakan puncak dari rangkaian acara Hari Pers Nasional 2020 ini.

AYO BACA : PWI Jabar Minta Wartawan Jaga Kesehatan Saat Liput Kasus Covid-19

"Sehingga diharapkan isi dari seminar ini bisa dijadikan bahan rujukan, solusi ataupun bahan pemikiran dari rekan-rekan media," ungkapnya.

Dia mengatakan, meskipun media sosial semakin masif, media massa tetap harus dapat mempertahankan kredibilitasnya sebagai sumber rujukan informasi terpercaya. Terutama ketika dunia tengah mengalami kegentingan seperti mewabahnya Covid-19 belakangan ini.

"Dengan mewabahnya virus tersebut peran media mainstream kembali dilirik karena kontennya yang terverifikasi dan jauh dari hoaks karena senantiasa memegang kode etik," ungkapnya.

Hal tersebut juga diamini Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Dia mengatakan, salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat Indonesia saat ini adalah tingkat literasi yang rendah sehingga rentan terpapar hoaks di media sosial.

"Hoaks itu salah satu sisi gelap dari era disrupsi. Saya selalu ingatkan salah satu cara mudah menangkalnya adalah dengan mengecek, apakah informasi-informasi tersebut juga dimuat di media mainstream atau tidak," jelasnya. 

AYO BACA : Resmi Jadi Pandemi, Total Kasus Covid-19 Capai 126.273

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers