web analytics
  

Wagub Jabar Dorong 30% Keterwakilan Perempuan di Parlemen

Rabu, 11 Maret 2020 19:21 WIB Dadi Haryadi
Umum - Regional, Wagub Jabar Dorong 30% Keterwakilan Perempuan di Parlemen, Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum, Keterwakilan Perempuan di Parlemen,

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat membuka Workshop Percepatan Pencapaian Keterwakilan Perempuan 30% melalui Affirmative Action di Hotel Harris, Kota Bandung, Rabu (11/3/2020). (Dok Humas Pemprov Jabar)

CIDADAP, AYOBANDUNG.COM -- Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mendorong keterwakilan perempuan 30% di parlemen semua tingkatan. Saat ini keterwakilan perempuan di DPRD provinsi sudah 20%, sedangkan kabupaten/kota 19%.

Demikian dikatakan Kang Uu - sapaan akrabnya- saat membuka Workshop Percepatan Pencapaian Keterwakilan Perempuan 30% melalui Affirmative Action di Hotel Harris, Kota Bandung, Rabu (11/3/2020).

Workshop dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Bintang Puspa Yoga, Deputi Bidang Kesehatan Gender Kementerian PPPA RI Agustina Erni, Kepala Dinas DP3AKB Provinsi Jawa Barat Poppy Sophia Bakur, DPD Kaukus Perempuan  Politik Indonesia Jawa Barat Ratna Ningsih, serta 19 Ketua DPD KPPI seluruh Indonesia dan 27 ketua DPC kabupaten/kota di Jawa Barat.

AYO BACA : Wagub Jabar Tanggapi Keluhan Wali Kota Bekasi

Menurut Kang Uu, workshop ini adalah bentuk dorongan bagi kaum perempuan untuk lebih berani berkiprah di dunia politik. Tidak dipungkiri sepak terjang perempuan di dunia politik masih banyak hambatan mulai dari psikologi keluarga hingga dukungan partai.

“Kalau masuk pada wilayah politik harus siap bersaing, siap bertanding dan siap berlari dengan internal dan eksternal partai," ujarnya.

Uu mengapresiasi makin banyak perempuan yang mau terjun ke dunia politik dan tidak sedikit pula duduk di parlemen. “Tapi yang dikhawatirkan oleh kami, masih ada perempuan yang belum siap berkorban perasaan demi sebuah perjuangan,” katanya.

AYO BACA : Wagub Jabar Tantang Kepala Sekolah Berani Berinovasi

Uu optimistis, keterwakilan perempuan di parlemen akan semakin meningkat seiring kesadaran dan banyak perempuan berlatar belakang pendidikan tinggi yang terjun ke dunia politik. “Masyarakat Jawa Barat adalah masyarakat yang ingin maju, termasuk kemajuan kaum perempuan,” tuturnya. 

Pemda Provinsj Jawa Barat, kata Kang Uu, memiliki banyak program pemberdayaan perempuan. Salah satunya adalah Sekoper Cinta (Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita- Cita) yang telah lama berjalan. Dalam Sekoper Cinta, perempuan diberikan pendidikan sesuai keilmuan dan keyakinan masing-masing.

“Yang keduanya kehadiran Dekranasda dan  PKK. Berapa juta, berapa miliar uang yang digelontorkan untuk PKK dari provinsi dan kabupaten kota. Dan juga dalam bidang ekonomi diberikan Kredit Mesra, salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap ekonomi perempuan,” jelas Kang Uu.

Meski begitu, Kang Uu tetap mengingatkan kaum perempuan yang sudah berkiprah di parlemen agar tidak lupa tugas utamanya adalah mengurus rumah tangga, taat pada suami. “Ketaatan terhadap suami itu hukumnya wajib. Tolong jangan ada pergeseran nilai dalam kepribadiannya. Jangan sampai mengutamakan jabatan mengabaikan keluarga,” ungkap Panglima Santri.

Sementara itu, Ketua DPP Kaukus Perempuan Politik Indonesi Dwi Septiawati Jafar berharap pada 2024 keterwakilan perempuan di parlemen bisa mencapai 30%. Sehingga workshop ini dapat membantu memberi pemahaman bahwa perempuan pun mempunyai peran sangat penting dalam pembangunan sebagai tiang negara.

AYO BACA : Wagub Uu Akan Buat Santri Jabar Siaga Bencana

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers