web analytics
  

Kapolri Ancam Copot Oknum Anggota yang Lakukan Pungli Rekrutmen Polri

Rabu, 11 Maret 2020 13:48 WIB Faqih Rohman Syafei

Kapolri Jenderal Idham Azis membuka Rakernis SDM Polri tahun 2020 di Pusdikmin Polri, Jalan Gedebage Selatan, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Rabu (11/3/2020). (Ayobandung.com/Faqih Rohman Syafei)

GEDEBAGE, AYOBANDUNG.COM -- Kapolri Jenderal Idham Azis menegaskan akan menindak oknum polisi yang melakukan pungutan liar (pungli) dalam proses penerimaan anggota Polri tahun 2020.

Jika terbukti melanggar, sambung dia, oknum tersebut akan diberikan sanksi tegas bahkan hingga pemecatan karena telah mencoreng citra Polri.

AYO BACA : Kapolri Ingin Propam Awasi Netralitas Polisi dan TNI di Pilkada Serentak

"Tidak ada rekrutmen bayar-bayar, kalau sampai ada dan saya dengar. Saya akan copot anggota panitia tersebut," ujarnya usai membuka Rakernis SDM Polri tahun 2020 di Pusdikmin Polri, Jalan Gedebage Selatan, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Rabu (11/3/2020).

Idham meminta anggota internal dan eksternal Polri untuk betul-betul bekerja dengan baik. Selain itu, ia juga mengimbau anggota untuk mengedepankan prinsip "Betah" atau bersih, transparan, akuntabel, dan humanis dalam proses penerimaan anggota Polri.

AYO BACA : Polda Jabar dan Kompi Gelar Pameran Lukisan

"Saya arahkan Rakernis SDM agar nanti ke depan dalam rangka rekrutmen Tamtana, Bintara, Perwira Polri, sumber sarjana dan Akpol agar benar-benar prinsip Betah di kedepankan," katanya.

Menurutnya, melalui proses penerimaan anggota Polri yang bersih dan transparan dapat berdampak pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas.

"Itulah komitmen agar kita mendapatkan anggota Polri yang kualitasnya bagus sehingga membangun SDM yang unggul segera akan tercipta," ungkapnya.

Diketahui, proses penerimaan anggota Polri telah dibuka sejak 7-20 Maret 2020 mendatang. Terdapat sejumlah persayaratan yang harus dipenuhi oleh pendaftar di antaranya berkewarganegaraan Indonesia hingga berpendidikan paling rendah SMA dan sederajat.

AYO BACA : Terlibat Narkoba hingga Perselingkuhan, 10 Anggota Polda Jabar Dipecat

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers