web analytics
  

Insfrastruktur Sistem TI UKPBJ Bandung Barat Menua

Senin, 9 Maret 2020 21:38 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, Insfrastruktur Sistem TI UKPBJ Bandung Barat Menua, Teknologi Informasi (TI),UKPBJ Kabupaten Bandung Barat,Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE)

Kepala UKPBJ KBB, Anni Roslianti. (Tri Junari)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Sistem Teknologi Informasi (TI) di Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Kabupaten Bandung Barat (KBB) dalam kondisi memprihatinkan. Kerusakan dalam Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) kerap kali terjadi dan menuai keluhan masyarakat.

Kepala UKPBJ KBB, Anni Roslianti menerangkan, infrastruktur sistem TI memiliki peran penting dalam kegiatan lelang umum pengadaan barang dan jasa secara elektronik. 

Perangkat lunak dan keras dalam sistem TI dalam pengadaan barang dan jasa dituntut tangguh untuk online selama 24 jam dan 350 hari dalam setahun.

"Insfrastruktur sistem IT yang kami miliki ini sudah berusia kurang lebih 8 tahun, intensitas trouble saat online mulai meningkat karena sepanjang tahun server harus menyala, unit komputer juga mulai lemah dan kurang support," ungkap Anni.

Bisa dibayangkan, server penunjang kegiatan lelang secara elektronik harus menyala sepanjang tahun. Perangkat lunak baru mati jika libur hari besar keagamaan dan selebihnya tetap stanby.

"Kita matikan jika libur Idulfitri dan Natal, selebihnya bahkan libur akhir pekan saja tetap menyala," katanya.

Jika mengalami kerusakan, operator terpaksa bekerja di luar jam kerja dan akhirnya menghambat layanan informasi bagi masyarakat khususnya peserta lelang.

"Belum ada lagi pengadaan insfrastruktur sistem TI, padahal yang ada ini sudah lemah mengelola aplikasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE). Tetapi kami tidak bisa mengeluh karena tahapan pekerjaan harus selesai sesuai jadwal, masyarakat harus bisa mengakses 24 jam," terangnya.

Dengan kondisi sistem TI yang kurang mumpuni ini, Anni mengakui jika terkadang mendapat keluhan dan tudingan miring bahwa kerusakan sebuah kesengajaan. Hal itu muncul biasanya dari peserta lelang yang telah dinyatakan kalah dalam aplikasi SPSE.

"Ya suudzonnya kita permainkan sistem lelang elektronik, padahal semua terbuka dan sesuai aturan," tandasnya.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers