web analytics
  

[Bandung Pisan] 3 Wisata Unggulan Kelurahan Lebak Siliwangi, dari Alam hingga Teknologi Nuklir

Jumat, 6 Maret 2020 17:50 WIB Vina Elvira

[Ilustrasi] Pengunjung memadati Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo), Jalan Tamansari, Kota Bandung, Kamis (6/6/2019). Memasuki hari Lebaran kedua, Kebun Binatang Bandung menjadi salah satu tempat wisata bagi masyarakat untuk menikmati libur Lebaran bersama keluarga. (Ayobandung.com/Irfan Alfaritsi)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM -- Kawasan Jalan Tamansari memiliki beberapa objek wisata yang menarik dikunjungi, mulai dari wisata kuliner, teknologi, pendidikan, hingga wisata alam. Kawasan yang dirimbuni banyak pohon ini tidak pernah sepi dari para pelancong, terutama ketika musim liburan tiba. 

Lurah Lebak Siliwangi Nur Shomaddin mengungkapkan, potensi yang dimiliki wilayahnya berfokus pada wisata. Di dekat kantor kelurahannya pun ada 3 destinasi wisata unggulan, yakni Forest Walk Babakan Siliwangi, Kebun Binatang, dan PSTNT Batan (Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan Badan Tenaga Nuklir Nasional).

1. PSTNT Batan

1

Objek wisata PSTNT Batan, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. (Ayobandung/Nur Khansa Ranawati)

Pada Oktober 2019, kata dia, PSTNT Batan diresmikan sebagai wisata teknologi tenaga nuklir oleh Wali Kota Bandung Oded M Danial. Namun, jauh sebelum itu, PSTNT Batan sudah sering dipilih sebagai destinasi wisata teknologi oleh beberapa instansi pendidikan.

"Kemarin sudah dicanangkan oleh wali kota. Itu jadi wisata teknologi tentang apa itu nuklir, penggunaannya untuk apa. Itu sudah berjalan cukup lama jadi wisata teknologi, hanya diresmikan wali kota memang baru beberapa bulan lalu," kata Nur, saat diwawancarai Ayobandung.com di Kantor Kelurahan Lebak Siliwangi, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Kamis (5/3/2020).

rsz-img20200305144450

Lurah Lebak Siliwangi Nur Shomaddim saat diwawancarai Ayobandung.com di kantornya, Kamis (5/3/2020). (Ayobandung.com/Vina Elvira)

Wisata teknologi nuklir di Kota Bandung ini tidak memungut biaya alias gratis. Hanya, bagi instansi yang hendak menjadikan PSTNT Batan sebagai kunjungan wisata, mereka harus mendaftar terlebih dahulu. Hal ini karena kapasitasnya terbatas untuk setiap minggunya. 

AYO BACA : [Bandung Pisan] Kelurahan Sadang Serang dan Pengabdiannya Terhadap Program Pengolahan Sampah di Kota Bandung

"Mereka juga punya daftar kunjungan cukup padat, nyaris setiap minggu selalu ada. Itu free, gratis, tapi harus daftar dulu, karena kan mereka nanti didampingi oleh petugas. Sehingga harus dijadwalkan," ujar Nur. 

2. Bandung Zoo

2

Bandung Zoo. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

Selain PSTNT Batan, Bandung Zoo pun menjadi salah satu destinasi wisata terfavorit di kelurahan tersebut. Pengunjung kerap membeludak, terutama kala liburan tiba.

Nur mengungkapkan, karena tidak pernah sepi pengunjung, perawatan lingkungan sekitarnya pun tidak mudah. Kelurahan pun senantiasa berkolaborasi dengan pengelola Bandung Zoo perihal pemeliharaan dan kebersihan lingkungan. 

"Kita dorong agar semua objek wisata yang ada di kita menjadi lebih baik. Kita juga senantiasa membantu di dalam pemeliharaan. Contoh saja, untuk jalan Tamansari itu akses masuknya, KBB (Bandung Zoo) dan Batan. Kita bersihkan selalu dan kita koordinasikan ketika sampah dan pengunjungnya luar biasa membeludak. Itu memang ada dampak, dampaknya ketika over pengunjung parkir akhirnya ke jalan. Selain itu juga sampahnya (dibersihkan)," tuturnya. 

Kolaborasi antar-semua pihak, tambahnya, sangat dibutuhkan demi kenyamanan bersama. Terutama dari segi lingkungan dan lalu lintas sekitar agar masyarakat maupun pengunjung nyaman saat berada di wilayah Kelurahan Lebak Siliwangi.

"Agar memang supaya ada masyarakat nyaman berkenjung di wilayah kita. Tapi di sisi lain lingkungan juga tetap terjaga. Toh kebersihan juga bagian dari kenyamanan buat pengunjung," kata Nur. 

AYO BACA : [Bandung Pisan] Ini Jurus Kelurahan Cihapit Tingkatkan Indeks Kebahagiaan Lansia

3. Forest Walk Babakan Siliwangi

3

Forest Walk Babakan Siliwangi. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

Terakhir, ada Forest Walk Babakan Siliwangi. Wisata alam satu ini, diresmikan sejak 2018. Sejak pertama berdiri hingga kini, hutan kota satu ini tidak pernah sepi dari pengunjung. 

Menurut Nur, Forest Walk hadir sebagai pilihan wisata bagi mereka yang ingin menikmati keindahan hutan kota dan menyaksikan aktivitas hewan liar secara langsung. 

"Di sisi lain kita bisa melihat alami hutan kota tanpa terlalu mengganggu aktivitas binatang dan tanaman di situ. Tupai banyak, burung, dan ular juga banyak," kata dia.

Karena habitatnya masih alami, tutur Nur, dia mengingatkan para pengunjung tetap mematuhi aturan dan tidak mengganggu aktivitas alam di sana. 

"Hanya memang saya sarankan para pengunjung, yang sesuai ada tempatnya. Ada binatang jangan diganggu, ada pohon jangan dirusak. Khusunya untuk binatang. Biarkan saja alaminya seperti itu," kata dia. 

Untuk menikmati keindahan hutan kota ini, para pengunjung tidak dipungut biaya apapun. Asalkan mereka tetap mematuhi aturan dan menjaga habitat alami di sana.  

"Di sana gratis, tidak ada tiket masuk, tidak ada apapun," ungkap Nur.

AYO BACA : [Bandung Pisan] Kelurahan Cihapit Buat Situs Sederhana untuk Pelayanan Warga

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers